MANGGAR | MEDIA DAULAT RAKYAT – Harga tepung tapioka di Pasar Manggar, Belitung Timur melonjak tajam hingga sekitar Rp15.000 per kilogram pada Oktober 2026, naik drastis dari harga normal sebelumnya hanya Rp10.000/kg. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan naiknya harga tepung terigu dan mi instan, membuat pedagang kecil mengeluh omzet menurun.
Kondisi Terkini dan Dampak ke Pedagang
Pedagang eceran di Manggar mengaku tidak mendapat pemberitahuan awal dari distributor; mereka baru tahu harga naik saat menerima nota belanja. Akibatnya, omzet penjualan menurun drastis karena daya beli masyarakat melemah. Warung kecil harus memutar strategi, misalnya mengurangi stok atau menyesuaikan margin keuntungan agar tetap bertahan.
Lonjakan harga paling mencolok terjadi pada tepung tapioka yang kini dibanderol Rp15.000 per kilogram, naik tajam Rp5.000 dari harga normal. Kenaikan sebesar 50 persen ini menjadi beban baru bagi pelaku UMKM kuliner di Manggar.
Tak hanya tapioka, tepung terigu juga ikut merangkak naik menjadi Rp13.000 per kilogram, naik Rp1.000 dari harga sebelumnya Rp12.000. Kenaikan serupa terjadi pada mi instan yang kini dijual Rp3.500 per bungkus, naik Rp500 dari harga lama Rp3.000.
Di tengah kenaikan tersebut, harga telur ayam ras justru terpantau relatif stabil di kisaran Rp2.000 hingga Rp2.100 per butir, sehingga menjadi alternatif protein yang masih terjangkau. Sementara itu, komoditas cabai rawit merah masih menunjukkan fluktuasi tinggi dengan harga bertahan di level mahal Rp130.000 per kilogram, dan daging sapi tetap stabil tinggi di rentang Rp150.000 hingga Rp170.000 per kilogram.
Faktor Penyebab dan Catatan Pemerintah
Kenaikan ini dipicu oleh tiga faktor utama: distribusi pasokan dari pemasok yang mengalami kenaikan biaya, fluktuasi pasar lokal akibat permintaan tinggi dan keterbatasan stok, serta keterkaitan antar-komoditas di mana kenaikan terigu dan sagu ikut mendorong harga tapioka.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur melakukan pemantauan rutin untuk menjaga stabilitas harga. Masyarakat disarankan membandingkan harga antar pasar dan menyesuaikan konsumsi dengan komoditas yang lebih stabil seperti telur ayam, sementara pedagang kecil perlu berkoordinasi dengan distributor agar mendapat informasi lebih cepat terkait perubahan harga.












