
Jakarta, 12 September 2025 — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan layanan face recognition boarding gate, dengan total 7,47 juta penumpang telah memanfaatkan teknologi ini hingga Agustus 2025.
Angka tersebut melampaui capaian sepanjang tahun 2024, menandai akselerasi adopsi digital dalam layanan transportasi publik.
Teknologi pengenalan wajah yang memungkinkan proses boarding tanpa cetak tiket ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan efisiensi, tetapi juga berdampak langsung pada penghematan sumber daya.
Dalam delapan bulan pertama 2025, KAI berhasil menghemat hampir 19 ribu rol kertas, setara dengan nilai Rp274 juta.
Sejak pertama kali diluncurkan pada September 2022, layanan ini telah digunakan oleh 17,55 juta pelanggan di 22 stasiun besar di Indonesia.
Total efisiensi yang dihasilkan mencapai Rp634 juta, mencerminkan keberhasilan KAI dalam mengintegrasikan inovasi digital ke dalam operasional harian.
Direktur Utama KAI, [nama pejabat jika tersedia], menyampaikan bahwa digitalisasi layanan merupakan bagian dari komitmen perusahaan menuju transportasi modern yang ramah lingkungan.
“Kami tidak hanya fokus pada kenyamanan penumpang, tetapi juga pada keberlanjutan. Pengurangan penggunaan kertas adalah langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Transformasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi sektor transportasi dan pengurangan jejak karbon. KAI menegaskan bahwa inovasi serupa akan terus dikembangkan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas layanan publik.
.












