Intisari Berita
- Diskusi publik yang diadakan oleh Komite Reformasi untuk Belitung Masa Depan (Koruban) yang menyoroti ketidakharmonisan antara Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.
- Koruban menekankan bahwa konflik internal ini dapat merugikan masyarakat dan menghambat pemerintahan, serta berharap keduanya dapat kembali harmonis menjelang usia ke-25 provinsi tersebut.
Belitung –Komite Reformasi untuk Belitung Masa Depan (Koruban) menggelar diskusi publik bertajuk “Masalah Kepemimpinan, Pariwisata, dan Kelestarian Alam di Bangka Belitung” pada Rabu pagi (12/11), bertempat di Hotel Pondok Impian, Tanjungpandan. Kegiatan ini menyoroti dinamika kepemimpinan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana.
Koordinator Koruban, Soehadi Hasan, menyampaikan bahwa tema diskusi dipilih karena relevansi dan urgensinya.
“Tema tersebut kami angkat karena permasalahannya cukup jelas dan sudah serius,” ujarnya.
Menurut Soehadi, ketidakharmonisan antara gubernur dan wakil gubernur telah menjadi konsumsi publik dan berkembang luas di media sosial.
“Masalah ini sudah terang benderang. Hubungan antara gubernur dan wakil gubernur sudah tidak harmonis,” katanya.
Ia menambahkan, konflik internal ini berpotensi merugikan masyarakat dan menghambat jalannya pemerintahan.
“Permasalahan ini akan berdampak buruk bagi pemerintah maupun masyarakat Negeri Serumpun Sebalai.”
Soehadi juga mengingatkan bahwa pasangan gubernur dan wakil gubernur tidak hadir begitu saja, melainkan melalui proses demokrasi yang melibatkan masyarakat.
“Terpilihnya mereka bukan datang atau turun dari langit, tapi melewati proses,” tegasnya.
Ia mengenang masa kampanye keduanya yang kala itu tampak solid dan kompak.
“Sebelum terpilih, mereka berkampanye ke sana kemari bersama masyarakat, siang dan malam, demi mendapatkan simpati.”
Namun, lanjutnya, hanya berselang tiga minggu setelah pelantikan, ketidakharmonisan mulai muncul.
“Dalam hitungan kami, sekitar tiga minggu setelah terpilih sudah muncul permasalahan.”
Melalui diskusi ini, Koruban berharap agar hubungan antara gubernur dan wakil gubernur dapat kembali harmonis, terlebih menjelang usia ke-25 tahun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Kami khawatir dan prihatin. Sangat memalukan jika provinsi yang sudah seperempat abad ini justru dipimpin oleh dua tokoh yang saling cakar mencakar seperti anak kecil,” tutupnya.












