Intisari Berita
- Jaksa Agung ST Burhanuddin menyatakan komitmennya untuk menindak cukong tambang timah ilegal di Bangka Belitung.
- Ia menyebut penyelundupan timah menyebabkan kerugian negara dan merusak lingkungan.
- Masyarakat diajak aktif melapor jika mengetahui praktik penyelundupan atau tambang ilegal.
- Kejaksaan Agung telah mengantongi data awal terkait jaringan penyelundupan timah.
- Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diminta bersinergi dalam pengawasan dan penindakan.
- Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja Jaksa Agung ke Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Pangkalpinang, Bangka Belitung — Jaksa Agung Republik Indonesia, ST Burhanuddin, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas para cukong tambang ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan. Dalam kunjungan kerjanya ke Pangkalpinang, Rabu (19/11),
ia menyatakan kesiapan Kejaksaan Agung untuk menerima laporan masyarakat terkait praktik penyelundupan timah dari Bangka Belitung.
“Kami siap menindak cukong-cukong tambang ilegal. Jika ada informasi penyelundupan timah, silakan laporkan. Kami akan tindaklanjuti,” tegas Jaksa Agung di hadapan awak media.
Burhanuddin mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah data awal terkait aktivitas penyelundupan timah yang diduga melibatkan jaringan cukong besar.
Ia menyoroti kerugian negara yang signifikan akibat praktik ilegal ini, serta dampak sosial dan ekologis yang ditimbulkan.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam membongkar jaringan tambang ilegal. Ia mendorong warga untuk tidak takut melapor, karena Kejaksaan akan memberikan perlindungan terhadap pelapor.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran serta masyarakat sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung juga mengajak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Bangka Belitung untuk bersinergi dalam pengawasan dan penindakan terhadap tambang ilegal.
Ia menekankan pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia agar tidak terus-menerus dieksploitasi secara liar.
Langkah ini mendapat perhatian luas, mengingat Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah terbesar di dunia












