Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Hukum
  • Janji Kerja di Malaysia, Enam Warga Belitung Malah Terkirim ke Myanmar
Inshot 20251120 215735672

Janji Kerja di Malaysia, Enam Warga Belitung Malah Terkirim ke Myanmar

Intisari Berita

  • Enam warga Belitung diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Myanmar.
  • Laporan pertama diterima dari keluarga korban berinisial EN (24), yang awalnya dijanjikan bekerja di Malaysia namun justru dibawa ke Myanmar bersama lima orang lainnya.
  • Identitas korban: EN, A, AP, BT, DP, YA (usia 24–34 tahun, berasal dari Tanjungpandan dan Kampung Damai).
  • Informasi terakhir menyebutkan mereka ditempatkan di kamp judi daring dan scam.
  • DKUKMPTK Belitung telah berkoordinasi dengan BP2MI Palembang dan KemenP2MI, serta terus berkomunikasi dengan keluarga.
  • Saat ini korban putus kontak dengan keluarga. Lokasi kerja mereka sebelumnya digerebek aparat Myanmar; sebagian pekerja diselamatkan, namun lainnya masih ditahan pihak internal perusahaan.

Belitung – Sebanyak enam warga Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Belitung, Erwan Junandi, menyampaikan pihaknya menerima laporan dari keluarga salah satu korban. “Indikasinya memang TPPO, namun masih ditelusuri lebih lanjut,” ujarnya di Tanjungpandan, Kamis.

Identitas Korban
Enam warga yang diduga menjadi korban masing-masing berinisial:

  • EN (24), warga Jalan Serba Guna, Kelurahan Tanjungpendam
  • A (26), warga Jalan Madura, Kampung Damai
  • AP (34), warga Jalan Jenderal Sudirman Dalam, Kelurahan Kota
  • BT (29), warga Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjungpendam
  • DP (25), warga Jalan Madura, Kampung Damai
  • YA (26), warga Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjungpendam

Kronologi
Menurut laporan keluarga, salah satu korban, EN, membuat paspor dan berangkat ke luar negeri melalui Bogor, Jawa Barat. Awalnya dijanjikan bekerja di Malaysia, namun ternyata dibawa ke Myanmar bersama lima korban lainnya. Informasi terakhir menyebutkan mereka ditempatkan di kamp judi daring dan scam.

Tindak Lanjut
Menindaklanjuti laporan tersebut, DKUKMPTK Belitung segera berkoordinasi dengan BP2MI Palembang dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI), serta terus berkomunikasi dengan pihak keluarga.

Saat ini, keberadaan para korban masih ditelusuri karena keluarga mengalami putus kontak. Informasi terakhir menyebutkan lokasi kerja mereka digerebek aparat keamanan Myanmar, dengan 58 orang berhasil diselamatkan. Namun sebagian lainnya, termasuk warga Belitung, masih dibawa oleh pihak pengamanan internal perusahaan.

Artikel Terkait

InShot 20260417

Puisi Puisi Edy Sukardi

Ia tumhuh bersama waktu ESu Aku…

InShot 20260415

Puisi Puisi Edy Sukardi

Ia tetap hadir ESu Dalam diamnyadalam…

Snapinst.to 0Mjxqz6yANtD75YILuwZk8C4 Q2OPv1s E&p9rKlRoB3nFGHmJ

Kabar Baik: Universitas Muhammadiyah Bogor…

Intisari:Berita Bogor – Dunia pendidikan tinggi…