Intisari Berita
- Hujan deras sejak pagi Senin (12/1/2026) menyebabkan banjir di sejumlah titik Jakarta Utara.
- Empat kelurahan terdampak: Tugu Selatan, Rawa Badak Selatan, Lagoa (Koja), dan Sukapura (Cilincing).
- Ketinggian air: 30–50 cm, mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
- Dampak: transportasi terhambat, rumah warga tergenang, risiko penyakit lingkungan meningkat, pedagang kecil alami kerugian.
- Upaya BPBD: penyedotan air, posko darurat, evakuasi warga, distribusi bantuan logistik.
- Penyebab utama: curah hujan tinggi, drainase belum optimal, alih fungsi lahan mempersempit daerah resapan.
- Imbauan pemerintah: warga diminta waspada, mematikan listrik di rumah tergenang, menjaga kebersihan, dan segera melapor ke posko darurat bila butuh bantuan.
Jakarta, 12 Januari 2026- Hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Senin pagi menyebabkan sejumlah titik di Jakarta Utara tergenang banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 50 sentimeter di beberapa kelurahan.
Wilayah Terdampak
BPBD mencatat empat kelurahan di Jakarta Utara yang mengalami banjir:
- Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja
- Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja
- Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja
- Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing
Genangan air di lokasi tersebut menghambat aktivitas warga dan arus lalu lintas, terutama di jalan-jalan lingkungan yang menjadi akses utama masyarakat.
Dampak Sosial dan Ekonomi
- Transportasi terganggu: Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat kesulitan melintas.
- Aktivitas warga terhambat: Rumah-rumah warga mulai tergenang, memaksa mereka mengevakuasi barang-barang penting.
- Risiko kesehatan meningkat: Genangan air berpotensi menimbulkan penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan leptospirosis.
- Kerugian ekonomi: Pedagang kecil di kawasan terdampak mengaku kehilangan omzet karena akses pembeli terhambat.
Upaya Penanganan
BPBD bersama aparat kelurahan dan kecamatan telah menurunkan tim untuk:
- Melakukan penyedotan air di titik-titik rawan.
- Menyiapkan posko darurat dan jalur evakuasi bagi warga terdampak.
- Berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk distribusi bantuan logistik.
- Mengimbau warga agar tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan pertolongan.
Analisis Penyebab
Fenomena banjir ini kembali menegaskan masalah klasik Jakarta:
- Curah hujan tinggi yang turun sejak pagi.
- Drainase yang belum optimal, terutama di kawasan padat penduduk.
- Perubahan tata ruang kota, di mana alih fungsi lahan mempersempit daerah resapan air.
Kombinasi faktor tersebut membuat Jakarta Utara menjadi salah satu wilayah yang paling rentan terhadap genangan.
Imbauan Pemerintah
Pemerintah DKI Jakarta meminta warga:
- Menghindari area genangan untuk keselamatan.
- Mematikan aliran listrik di rumah yang tergenang.
- Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit.
- Segera menghubungi posko darurat jika membutuhkan evakuasi atau bantuan logistik.
Banjir di Jakarta Utara kali ini bukan sekadar persoalan cuaca, melainkan cerminan tantangan tata kota dan infrastruktur yang belum sepenuhnya teratasi. Perlu langkah jangka panjang berupa normalisasi saluran air, revitalisasi kawasan rawan banjir, serta penguatan sistem peringatan dini agar warga lebih siap menghadapi musim hujan.












