Intisari Berita
- Pembukaan resmi: Festival Endek Ramadhan ke-6 dibuka di Tanjungpandan, Minggu (22/2/2026).
- Durasi acara: Berlangsung selama 21 hari, dari 22 Februari hingga 14 Maret 2026.
- Peserta UMKM: Sebanyak 63 pelaku UMKM ikut serta, menampilkan produk kerajinan, kuliner, dan produk unggulan lokal.
- Pesan panitia: Ketua panitia Indra Gunadi Riswanda menekankan festival sebagai wadah kreativitas dan kolaborasi masyarakat.
- Pesan pemerintah daerah: Wakil Bupati Belitung, Syamsir, berharap festival berlanjut di tahun mendatang dan menekankan pentingnya kerja kompak untuk kemajuan daerah.
- Antusiasme masyarakat: Pengunjung memadati area festival, menikmati kuliner, kerajinan, dan hiburan musik.
- Dampak ekonomi: Ramainya pengunjung menjadi sinyal positif bagi perputaran ekonomi UMKM selama bulan Ramadhan.
Tanjungpandan, Belitung – Festival Endek Ramadhan ke-6 resmi dibuka pada Minggu (22/2/2026) di Tanjungpandan. Ajang tahunan ini kembali menjadi ruang promosi sekaligus wadah kreativitas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Belitung. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang memadati area festival sejak malam pembukaan, menikmati kuliner, kerajinan, hingga hiburan musik.
Ketua panitia, Indra Gunadi Riswanda, menyampaikan bahwa festival akan berlangsung selama 21 hari, mulai 22 Februari hingga 14 Maret 2026. Sebanyak 63 pelaku UMKM turut berpartisipasi dengan menghadirkan beragam produk unggulan daerah.
“Endek itu adalah wadah kita bersama, mulai dari kreativitas UMKM, musik, kerajinan, dan berbagai macam lainnya yang mewarnai Endek Festival ke-6 ini,” ujarnya.
Festival ini tidak hanya menampilkan produk lokal, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial. Pengunjung dapat berkeliling stan, mencicipi kuliner khas Belitung, membeli kerajinan tangan, sekaligus menyaksikan pertunjukan seni yang digelar setiap malam. Suasana meriah ini mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Sementara itu, Wakil Bupati Belitung, Syamsir, berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi sebagai kunci kemajuan daerah.
“Kolaborasi, kerja kompak, kerja keroyokan itu dulu yang harus kita kuatkan, sehingga apa pun yang kita kerjakan insyaallah akan berjalan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.
Bagi pelaku UMKM, festival ini menjadi momentum penting untuk memperluas pasar. Ramainya pengunjung memberi peluang besar bagi peningkatan penjualan sekaligus memperkenalkan produk lokal ke khalayak lebih luas. Selain itu, kehadiran festival juga mendukung perputaran ekonomi daerah, terutama di sektor kuliner dan kerajinan.
Endek Ramadhan Fest ke-6 hadir bukan sekadar sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan kreativitas masyarakat Belitung. Dengan dukungan pemerintah daerah dan antusiasme masyarakat, festival ini diharapkan terus menjadi agenda rutin yang memperkuat identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.












