Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Stok BBM di Babel Aman, Rudianto Tjen Imbau Masyarakat Tak Panik
InShot 20260307

Stok BBM di Babel Aman, Rudianto Tjen Imbau Masyarakat Tak Panik

Intisari Berita

  • Stok BBM di Bangka Belitung aman hingga Idul Fitri 2026, penyaluran berjalan lancar.
  • Rudianto Tjen (Anggota DPR RI) menegaskan masyarakat tidak perlu panik atau antre berlebihan di SPBU.
  • Ia sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, dan Pertamina yang menjamin pasokan tetap terpenuhi.
  • Fenomena antrean panjang di SPBU terjadi akibat kepanikan masyarakat (panic buying), namun suplai terus berjalan dan kapal pengangkut BBM sudah standby di Pangkalbalam.
  • Pertamina Pangkalbalam melalui Terminal Manager Tri Awan memastikan stok BBM aman, bahkan melakukan pemantauan langsung bersama Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya.
  • Fenomena panic buying tidak hanya terjadi di Bangka, tetapi juga di beberapa daerah lain seperti Aceh dan Medan.

BANGKA — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Bangka Belitung hingga Idul Fitri 2026 dipastikan aman dan penyalurannya berjalan lancar. Hal ini ditegaskan Anggota DPR RI dari Dapil Bangka Belitung, Rudianto Tjen, menyikapi fenomena antrean panjang di sejumlah SPBU yang sempat menimbulkan keresahan masyarakat.

Komunikasi dengan DPRD dan Pertamina
Rudianto menjelaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Ketua DPRD Provinsi Babel, Didit Srigusjaya, serta pihak Pertamina. “Ketua DPRD Provinsi sudah kontak dengan kepala cabang Pertamina Babel. Dijamin stok BBM sampai akhir bulan ini dan hingga Lebaran, stoknya normal dan terpenuhi semua,” ujarnya di Sungailiat, Kamis (5/3/2026) malam.

Ia menekankan bahwa suplai BBM tetap berjalan meski masyarakat sempat melakukan pembelian berlebihan. “Pergerakan kelihatannya satu dua hari ini banyak masyarakat panik, tapi tetap disuplai terus. Masyarakat yang beli juga pasti ada jenuhnya,” jelas anggota Komisi I DPR RI tersebut.

Fenomena Panic Buying
Fenomena antrean panjang di SPBU, menurut Rudianto, lebih disebabkan oleh kepanikan masyarakat akibat isu kelangkaan. Ia menegaskan sebelum stok habis, kapal pembawa BBM sudah standby di Pangkalbalam untuk mengisi kembali. “Sepanjang jalan dari Pangkalpinang ke Sungailiat rata-rata orang antre di SPBU. Padahal stok BBM berlimpah, termasuk untuk kebutuhan Lebaran. Dan akan diisi lagi kalau seandainya kosong. Masyarakat harus tenang semuanya,” imbuhnya.

Langkah Pertamina
Pertamina melalui Terminal Manager Pertamina Pangkalbalam, Tri Awan, juga memastikan stok BBM di Pulau Bangka aman. Ia bersama Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Sungailiat. Tri Awan menegaskan bahwa fenomena panic buying tidak hanya terjadi di Bangka, tetapi juga di beberapa daerah lain seperti Aceh dan Medan.

Implikasi Sosial dan Ekonomi
Fenomena antrean panjang di SPBU menunjukkan bagaimana isu kelangkaan energi dapat memicu keresahan publik. Panic buying tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi normal BBM. Jika masyarakat membeli secara berlebihan, suplai yang sebenarnya cukup bisa tampak seolah-olah tidak mencukupi.

Rudianto Tjen menekankan pentingnya komunikasi yang jelas antara pemerintah daerah, DPRD, dan Pertamina agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan. Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan BBM untuk transportasi menjelang Lebaran sudah diperhitungkan dan dipastikan aman.

Dengan adanya jaminan dari DPR RI, DPRD Babel, dan Pertamina, masyarakat diharapkan tidak panik dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan. Langkah koordinasi lintas lembaga ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan energi di Bangka Belitung, terutama menjelang momentum besar seperti Idul Fitri.

Artikel Terkait

InShot 20260501

Hari Buruh 2026 di Belitung…

Belitung (– Peringatan Hari Buruh Internasional…

InShot 20260501

Presiden Tegaskan Komitmen Sediakan Hunian…

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan…

InShot 20260501

Puisi Puisi Edy Sukardi

Jejak-jejak Waktu Waktu berjalan tanpa suaratetapi…