Berdirilah di sampingnya
ESuDalam tawa gembira
dalam duka
kau ada dan berdiri
di sampingnya
Saat kau berdiri
di sampingnya
Ia tak merasa sendirian
engkau adalah kekuatan
penyemangat
dan penenang hati
Saat dia mengalami
kegagalan
ucapanmu membuat
hatinya tetap menyala
“Hidup itu banyak
romantikanya bang
kadang menang, kadang
kalah, kadang sukses
kadang gagal. Ada saatnya
roda di atas, ada saatnya
roda turun ke bawah”
Ucapanmu
laksana mantra baginya
‘Serapuh itukah
seorang lelaki, Beh?’
Bukan rapuh
tetapi romantis
susah senang dilalui
bersama
bersama engkau
istrinya
Kadang ia hanya butuh
tempat berbagi
ia tak butuh solusi
Ia ingin menumpahkan
apa yang mengganjal di hati
Itulah makna
‘Litaskunu ilaiha
waja’ala bainakum
mawaddatan wa rahmatan
Inna fi zalika la ayatin
likaumin yatafakkarun’
Saat luka
Saat gagal butuh teman
Saat gembira
bahagia juga butuh teman
Engkau tempat
berbagi Saat gembira
dan bahagia
Ah kayaknya
gak gitu Beh
Pisangan Timur
27 Maret 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














