Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) — PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengungkap dugaan awal penyebab kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di sekitar Stasiun Bekasi Timur.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyebut insiden diduga dipicu gangguan di perlintasan sebidang JPL 85. Gangguan tersebut terkait keberadaan taksi listrik hijau Green SM yang mengalami kendala teknis di lokasi.
“Ini kami curigai membuat sistem perkeretaapian di Stasiun Bekasi Timur terganggu,” ujarnya, Selasa (28/4/2026). Meski begitu, KAI menyerahkan penyelidikan lanjutan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.
Korban
Hingga dini hari, tercatat:
- 4 orang meninggal dunia
- 71 penumpang luka-luka
Para korban dirujuk ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Selain itu, sekitar 6–7 penumpang sempat terjebak di dalam rangkaian KRL, mayoritas di gerbong terakhir.
Respons Pemerintah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa proses evakuasi dilakukan cepat dengan mengutamakan keselamatan korban.
Kementerian Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan di lapangan serta mendukung investigasi KNKT guna mengungkap penyebab kecelakaan secara menyeluruh.












