MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 24 September 2026 – Wakil Bupati Belitung Syamsir menegaskan bahwa pemerintah daerah telah berupaya maksimal mengatasi antrean panjang BBM yang terjadi di SPBU Tanjungpandan selama sepekan terakhir.
Menurut Syamsir, salah satu langkah yang mulai dilakukan adalah memperluas distribusi hingga ke tingkat desa melalui Pertashop dan pengecer resmi.
“Sekarang sudah mulai ada di eceran, dan Pertashop ke tingkat desa kita drop,” kata Syamsir, Rabu (24/9/2026).
Distribusi ke Desa untuk Urai Antrean SPBU
Syamsir menjelaskan, distribusi BBM ke Pertashop desa dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bakar. Dengan begitu, warga desa tidak perlu lagi berbondong-bondong turun ke SPBU utama di Tanjungpandan yang selama ini menjadi pusat kemacetan antrean.
“Pasokan harus optimal, termasuk pengiriman,” tegasnya.
Pemkab Belitung, lanjutnya, terus berkoordinasi dengan Pertamina agar pasokan BBM ke Belitung lebih stabil dan merata. Fokus utama adalah memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tingkat desa, sehingga tekanan di SPBU bisa berkurang.
Sempat Heboh karena Pertamax Kosong
Syamsir juga menyinggung insiden yang sempat membuat heboh masyarakat dua hari lalu, ketika stok Pertamax kosong di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut memperparah antrean Pertalite karena konsumen beralih dan menimbulkan keresahan.
“Dua hari yang lalu yang buat heboh karena Pertamax kosong,” ujarnya.
Dengan optimalisasi pasokan dan distribusi hingga ke desa, Pemkab Belitung berharap antrean panjang yang menghantui warga Tanjungpandan dalam sepekan terakhir bisa segera terurai.












