MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 25 September 2026 – Nilai tukar rupiah kembali tertekan pada perdagangan Jumat pagi, 25 September 2026. Rupiah dibuka melemah 19 poin ke level Rp17.935 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp17.916 per dolar AS.
Posisi ini membuat rupiah tercatat sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia pada awal sesi perdagangan hari ini, di tengah tekanan global yang meningkat.
Pada perdagangan hari ini, rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp17.910 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Tertekan Yield Obligasi AS dan Harga Minyak
Pelemahan rupiah tidak lepas dari tekanan eksternal yang datang bertubi-tubi.
Pertama, imbal hasil atau yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak ke level 5,205%, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan yield ini memicu aliran modal keluar dari negara berkembang termasuk Indonesia, karena investor global kembali memburu dolar AS.
Kedua, harga minyak mentah dunia jenis Brent masih bertahan di atas USD 100 per barel. Lonjakan ini dipicu oleh eskalasi geopolitik setelah serangan kelompok Houthi di wilayah Arab Saudi, serta berlanjutnya ketegangan AS-Iran.
Ketiga, data ekonomi AS yang masih kuat. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) AS pada September naik ke level 58,4, menandakan aktivitas bisnis yang sangat kuat. Kondisi ini memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve, masih akan mempertahankan kebijakan moneter ketat.
“Tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari kondisi eksternal, terutama harga minyak mentah yang masih tinggi,” ujar Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi.
Senada, Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan kenaikan harga minyak di tengah ketegangan geopolitik meningkatkan kekhawatiran inflasi global.
“Kenaikan harga minyak di tengah berlanjutnya ketegangan AS-Iran semakin meningkatkan kekhawatiran terhadap prospek inflasi global,” kata Josua.
Kurs Dolar di Bank Besar Hari Ini
Berikut kurs dolar AS di sejumlah bank besar pada Jumat, 25 September 2026:
Bank BCA: Beli Rp17.920, Jual Rp17.940
Bank BRI: Beli Rp17.738, Jual Rp17.889
Bank Mandiri: Beli Rp17.910, Jual Rp17.940
Bank BNI: Beli Rp17.910, Jual Rp17.940
Risiko ke Depan Masih Membayangi
Analis menilai tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Dua risiko utama menjadi perhatian.
Pertama, fenomena El Nino yang berpotensi menekan produksi pangan domestik dan menambah tekanan inflasi dari sisi bahan pangan.
Kedua, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed hingga 50 basis poin (bps) di akhir 2026 yang akan semakin memperkuat dolar AS dan memperbesar risiko pelemahan rupiah ke level psikologis Rp18.000 per dolar AS.












