MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 25 September 2026 – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan kesiapannya menghadapi skenario kenaikan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi 5 persen pada Pemilu 2029.
Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, menyatakan partainya tidak gentar meski saat ini masih berstatus partai non-parlemen dan belum memiliki kursi di DPR RI.
“Apa pun yang diputuskan oleh parlemen, PSI insya Allah siap. Apalagi dengan pengalaman dua kali pemilu, sekarang ada Mas Kaesang sebagai Ketua Umum, lalu kemudian Pak Jokowi insya Allah juga full meng-endorse PSI,” ujar Raja Juli.
Soroti Putusan MK dan Suara Mubazir
Meski menyatakan siap, Raja Juli juga menyoroti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas parlemen. MK sebelumnya menyatakan ambang batas 4 persen konstitusional bersyarat, sehingga pembuat undang-undang harus membuat formulasi baru sebelum Pemilu 2029 agar lebih adil.
Menurut Raja Juli, persoalan utama dari kenaikan threshold adalah potensi hilangnya representasi suara rakyat.
“Yang jadi persoalan adalah Putusan MK yang terang-terang mengatakan perlu ada formulasi lebih tepat agar suara rakyat tidak mubazir. Sekitar 16 juta suara tidak ada representasinya di DPR dengan threshold 4 persen. Kalau 5 persen kira-kira berapa?” katanya.
Data tersebut menjadi catatan penting. Pada Pemilu 2024 dengan ambang batas 4 persen saja, sekitar 16 juta suara pemilih tidak terkonversi menjadi kursi di DPR karena partainya tidak lolos threshold. Jika ambang batas naik menjadi 5 persen, jumlah suara tidak terwakili dikhawatirkan akan jauh lebih besar.
Konteks Politik Menuju Revisi UU Pemilu
Wacana kenaikan ambang batas parlemen menjadi 5 persen menguat dalam pembahasan revisi Undang-Undang Pemilu. Sejumlah partai di koalisi pemerintah seperti Gerindra, Golkar, PKB, dan PKS dikabarkan mendukung kenaikan tersebut dengan alasan penyederhanaan sistem multipartai dan penguatan sistem presidensial.
Bagi PSI, situasi ini menjadi tantangan sekaligus momentum. Sebagai partai yang dua kali belum lolos ke Senayan, PSI kini menaruh modal politik besar pada kepemimpinan Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum dan dukungan penuh dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang disebut akan full meng-endorse PSI di Pemilu 2029.
Dengan modal tersebut, PSI optimistis bisa menembus ambang batas berapapun yang ditetapkan DPR nantinya, meski risiko politik berupa bertambahnya suara mubazir tetap menjadi pekerjaan rumah bagi demokrasi Indonesia.












