Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Kebakaran Kebun Sawit Foresta 100 Hektare di Membalong, Total Karhutla Belitung Tembus 305 Kasus
Oplus

Kebakaran Kebun Sawit Foresta 100 Hektare di Membalong, Total Karhutla Belitung Tembus 305 Kasus

MEDIA DAULAT RAKYAT MEMBALONG, 26 September 2026 – Kebakaran hebat melanda kebun sawit Foresta seluas 100 hektare di Desa Perpat, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung. Peristiwa ini menambah daftar panjang kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga September 2026 tercatat mencapai 305 kejadian dengan total luas terdampak 442 hektare.

Api pertama kali terpantau sejak Senin, 22 September 2026. Hingga Sabtu (26/9/2026), api masih sulit dikendalikan.

“Sudah tiga hari kami berusaha memadamkan, tapi kondisi lapangan sangat sulit. Air terbatas, bahan bakar untuk mesin juga habis,” kata seorang warga yang ikut membantu pemadaman.

Keterbatasan pasokan air dan kelangkaan BBM untuk mesin pompa gendong menjadi kendala utama tim gabungan di lapangan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Belitung, tren karhutla tahun ini cukup tinggi. Total sepanjang 2026 hingga 26 September tercatat 305 kasus dengan luas 442,03 hektare. Puncaknya terjadi pada Agustus 2026 dengan 146 kasus seluas 215,84 hektare, sementara pada periode 1-6 September tercatat 26 kasus seluas 72,70 hektare.

Kapolres Belitung AKBP Satria Darma menegaskan pihaknya tidak akan mentolerir pembukaan lahan dengan cara dibakar.

“Jika ditemukan adanya pelanggaran, pasti akan kami tindak dengan tegas dengan ancaman sanksi pidana,” tegas AKBP Satria.

BPBD Belitung menyebut, mayoritas karhutla dipicu oleh praktik pembukaan kebun dengan cara membakar di tengah kondisi vegetasi kering akibat cuaca ekstrem.

Dampak kebakaran ini dikhawatirkan meluas. Selain berpotensi menimbulkan kabut asap yang kini sudah menyelimuti Belitung Timur dan menurunkan jarak pandang, kerugian ekonomi juga diperkirakan signifikan karena kebun sawit merupakan sumber mata pencaharian utama warga setempat. Dari sisi kesehatan, Polres Belitung mengingatkan risiko ISPA terutama bagi anak-anak.

Saat ini tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, dan Basarnas masih berada di lokasi. Pemadaman dilakukan dengan mesin pompa gendong dan pemantauan titik api menggunakan drone thermal untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.

Artikel Terkait

Oplus

Jokowi Dipastikan Jadi Ketua Dewan…

MEDIA DAULAT RAKYAT BANDUNG, 26 September…

InShot 20260926

Fenomena Harvest Moon Hiasi Langit…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 26 September…