Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Lima Tahun Transformasi, Pelindo Regional 2 Tanjungpandan Perkuat Komitmen Layanan Kepelabuhanan dan Logistik Belitung
InShot 20261001

Lima Tahun Transformasi, Pelindo Regional 2 Tanjungpandan Perkuat Komitmen Layanan Kepelabuhanan dan Logistik Belitung

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN, BELITUNG – Pelindo Regional 2 Tanjungpandan menandai lima tahun perjalanan transformasi Pelindo dengan komitmen memperkuat layanan kepelabuhanan dan logistik di Pulau Belitung. Momentum peringatan Hari Pelindo ke-5 yang jatuh pada 1 Oktober 2026 menjadi tonggak penting untuk menegaskan arah perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui efisiensi operasional, digitalisasi, dan sinergi dengan seluruh mitra kerja.

Peringatan Hari Pelindo ke-5 tahun ini mengusung tema “5 Tahun Bersatu, Bersama Kita Maju”. Tema tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan refleksi dari perjalanan panjang konsolidasi Pelindo pasca merger yang telah membawa perubahan signifikan pada tata kelola pelabuhan di seluruh Indonesia, termasuk di Tanjungpandan.

General Manager Pelindo Regional 2 Tanjungpandan, Andi Oktavian Dwi Cahyo, menegaskan bahwa lima tahun adalah waktu yang cukup untuk membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama kesuksesan.

“Tema ‘Bersatu, Bersama Kita Maju’ mengingatkan kita bahwa kolaborasi dan soliditas adalah kunci utama kesuksesan bersama. Pelindo tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh dukungan pengguna jasa, mitra kerja, pemerintah daerah, dan seluruh insan Pelindo untuk bersama-sama memajukan logistik Belitung,” ujar Andi Oktavian Dwi Cahyo dalam keterangan resminya, Rabu (1/10/2026).

Menurut Andi, Pelindo Regional 2 Tanjungpandan saat ini fokus pada tiga pilar utama: peningkatan kualitas pelayanan publik, efisiensi operasional, dan penguatan budaya perusahaan yang berorientasi pada pelayanan.

Digitalisasi Jadi Kunci Transparansi

Salah satu poin transformasi paling signifikan yang dilakukan Pelindo Regional 2 Tanjungpandan adalah akselerasi digitalisasi operasional. Pelindo Tanjungpandan telah mengimplementasikan dua sistem unggulan, yakni STID (Single Truck Identification Data) dan SIMON TKBM (Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat).

Implementasi STID memungkinkan setiap truk yang masuk dan keluar pelabuhan terdata secara tunggal, terintegrasi, dan real-time. Sistem ini menghilangkan duplikasi data, mempercepat proses administrasi, dan yang paling penting, mempersempit ruang praktik pungutan liar serta meningkatkan keamanan pelabuhan.

Sementara SIMON TKBM adalah sistem pengawasan dan pendataan tenaga kerja bongkar muat yang terintegrasi secara digital. Seluruh aktivitas TKBM tercatat secara transparan, mulai dari penjadwalan, kinerja, hingga pembayaran, sehingga memastikan proses bongkar muat berjalan sesuai standar dan akuntabel.

“Implementasi STID dan SIMON TKBM adalah wujud komitmen kami dalam mendukung program Stranas PK (Strategi Nasional Pencegahan Korupsi). Melalui integrasi data, seluruh proses dipastikan berjalan transparan dan terstandar. Tidak ada lagi proses manual yang rawan penyimpangan. Semua berbasis data,” tegas Andi.

Ia menambahkan, digitalisasi bukan sekadar soal teknologi, tetapi soal membangun kepercayaan. Dengan sistem yang transparan, pengguna jasa akan merasa lebih aman dan nyaman, arus barang menjadi lebih lancar, dan biaya logistik bisa ditekan.

Sinergi Mitra Kerja dan Nilai Danantara

Transformasi Pelindo Tanjungpandan tidak hanya berfokus pada internal perusahaan. Sinergi dengan mitra kerja menjadi pilar yang tidak kalah penting. Pelindo Regional 2 Tanjungpandan secara aktif membangun kolaborasi dengan pengguna jasa kepelabuhanan, perusahaan pelayaran, ekspedisi, asosiasi logistik, hingga instansi terkait seperti KSOP, Bea Cukai, Karantina, dan Pemerintah Kabupaten Belitung.

Sinergi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus logistik yang menjadi nadi perekonomian Belitung. Sebagai pulau yang sangat bergantung pada pasokan dari luar dan distribusi komoditas unggulan seperti timah, perikanan, dan pariwisata, peran pelabuhan Tanjungpandan sangat vital.

Dalam setiap langkah transformasi tersebut, Pelindo Tanjungpandan berpegang pada nilai Danantara, yakni filosofi “Melayani Sepenuh Hati”. Nilai ini menjadi landasan moral bagi seluruh insan Pelindo untuk memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya sebagai operator pelabuhan, tetapi sebagai pelayan publik.

“Danantara bagi kami bukan jargon. Melayani Sepenuh Hati berarti kami hadir dengan empati, integritas, dan profesionalisme. Kepuasan pengguna jasa adalah prioritas kami,” kata Andi.

Dampak Nyata Bagi Ekonomi Belitung

Transformasi yang dilakukan Pelindo Regional 2 Tanjungpandan mulai menunjukkan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Empat dampak utama yang dirasakan adalah:

Pertama, efisiensi logistik. Dengan adanya digitalisasi STID dan SIMON TKBM, waktu sandar kapal dan waktu bongkar muat menjadi lebih singkat. Arus barang lebih lancar, antrean truk berkurang, dan biaya logistik yang selama ini menjadi keluhan pengusaha mulai terurai.

Kedua, transparansi layanan. Sistem berbasis data real-time membuat seluruh proses kepelabuhanan dapat dipantau oleh semua pihak. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor dan pengusaha untuk menggunakan Pelabuhan Tanjungpandan sebagai hub logistik utama di wilayah Bangka Belitung bagian timur.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi daerah. Pelabuhan yang efisien akan menarik lebih banyak kapal dan volume barang. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penyerapan tenaga kerja lokal, dan pertumbuhan UMKM di sekitar pelabuhan.

Keempat, kebersamaan internal. Peringatan Hari Pelindo ke-5 pada 1 Oktober 2026 menjadi momentum untuk memperkuat integritas dan semangat kolektif seluruh insan Pelindo Tanjungpandan. Dengan semangat Bersatu, Bersama Kita Maju, seluruh karyawan diajak untuk terus berinovasi dan menjaga soliditas.

“Lima tahun ini baru awal. Ke depan, tantangan logistik akan semakin kompleks. Kami di Pelindo Regional 2 Tanjungpandan berkomitmen untuk terus berbenah, meningkatkan pelayanan, dan menjadi bagian dari solusi pertumbuhan ekonomi Belitung. Kami ingin Pelabuhan Tanjungpandan tidak hanya menjadi gerbang barang, tetapi gerbang kemajuan Belitung,” tutup Andi Oktavian Dwi Cahyo.

Dengan komitmen tersebut, Pelindo Regional 2 Tanjungpandan optimistis dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan visi Belitung sebagai pusat ekonomi maritim dan pariwisata unggulan di Indonesia.

Artikel Terkait

InShot 20261001

Dirjenpas Mashudi Resmi Mundur, Surat…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA – Direktur…

InShot 20261001

THM Garuda di Jantung Tanjungpandan…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNG PANDAN –…