MANGGAR, Media Daulat Rakyat – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur akan memasang CCTV di SPBU rawan antrean dan mencabut kartu kendali bagi konsumen maupun pengecer yang melanggar aturan distribusi BBM. Bupati Kamarudin Muten meminta media ikut mengawasi praktik nakal di lapangan.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Evaluasi BBM di ruang rapat Kantor Bupati Beltim, Manggar, Kamis (29/10/2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati Kamarudin Muten, didampingi Wakil Bupati Khairil Anwar selaku Ketua Satgas BBM. Peserta rapat terdiri dari Forkopimda, pihak Pertamina wilayah Belitung, OPD terkait, dan camat dari enam kecamatan.
Temuan Rapat: Antrean Panjang Dipicu Permainan
Bupati membeberkan antrean panjang di SPBU Manggar dipicu oleh tiga faktor. Pertama, kendaraan roda empat mengisi BBM tanpa barcode resmi. Kedua, pengerit nakal bolak-balik mengisi berulang kali. Ketiga, indikasi permainan petugas nozzle yang diduga bersekongkol dengan pengecer.
Langkah Tegas: Cabut Kartu Kendali dan Pasang CCTV
Pemkab menyiapkan dua langkah penindakan.
Pertama, pencabutan kartu kendali bagi pemegang kartu yang terbukti melanggar aturan, termasuk pengecer yang tidak menjual BBM sesuai ketentuan di kios.
“Cabut, kartu kendali ini kita cabut. Yang nggak jual juga kita cabut. Saya juga minta tolong sama wartawan kontrol mereka,” tegas Bupati Kamarudin Muten.
Kedua, pemasangan CCTV di SPBU rawan antrean. Tahap awal akan dipasang di SPBU Padang Manggar, SPBU Mayang Kelapa Kampit, dan SPBU Selinsing Gantung.
Dampak dan Harapan
Tujuan utama kebijakan ini untuk memastikan distribusi BBM lebih tertib, mengurangi antrean panjang, dan menutup celah permainan di lapangan. Peran media dan masyarakat diminta aktif mengawasi dan melaporkan pelanggaran. Satgas BBM akan melakukan evaluasi lanjutan dalam sepekan ke depan.
Konteks Tambahan
Hasil evaluasi menunjukkan di SPBU Selinsing penerapan kartu kendali sudah menunjukkan hasil, antrean lebih tertib dengan jalur khusus. Sementara di SPBU Kelapa Kampit, pengaturan jam operasional pagi untuk pengecer dan siang untuk masyarakat umum membuat antrean lebih teratur.












