Jalan berkabut
ESuAmang
Ini ada jalan lurus lempang
terang benderang
mudah
simpel
dan sederhana
Kenapa
kau piih jalan memutar
makin jauh dari
titik sasar
Itu jalan berkabut
abu-abu
ujung-ujungnya gelap
dan masalah
tidak ketemu
Amang
Kau ingin lari dari masalah
tak bisa
Kita hanya keluar dari
satu masalah
untuk selanjutnya
menghadapi masalah
berikutnya
Amang
kata orang tua-tua
orang yang cerdas itu
membuat persoalan sulit
menjadi sederhana
lalu lah
di jalan itu
kau akan selamat
sampai tujuan
Masalahku
Tidak sesederhana itu
Bang Dul
Ini rentetannya panjang
tali menali
Tuhan kasih dua jalan
jalan fujur
atau jalan taqwa
Kau masih akan berlari
menghindar
atau kau akan menyerah
lalu kau mengakui
apa adanya
atau kau masih mau
menggunakan pendengung
untuk mengalihkan isu
Aku jadi ingat
cerita filosof
‘Ada raja yang telanjang
tanpa busana
para pengawal
para pembesar istana
dan para penasihat raja
berkata bahwa “Raja memakai sutra
busana mutahir yang dirancang
oleh perancang dunia”
Ada anak kecil
yang polos dan jujur
yang berteriak
“Raja relanjang tak berbusana
Raja telanjang tak berbusana”
Para pengawal
para pembesar
dan penasihat raja
menyembunyikan tawa
dan lari ke belakang istana
Pisangan Timur
16 Mei 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














