Belitung—Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Belitung, Yola Junita, menegaskan bahwa pengendalian populasi anjing liar di Kota Tanjungpandan perlu dilakukan dengan tanggung jawab dan tepat sasaran. Menurutnya, keberadaan anjing liar yang semakin banyak berkeliaran di pusat kota, terutama di Bundaran Satam dan sekitar pasar, telah mencapai tahap yang meresahkan dan membahayakan
Yola menyoroti bahwa selain mengganggu kenyamanan masyarakat, anjing liar juga sering menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Ia menekankan bahwa langkah pengendalian bukan untuk memusnahkan, tetapi untuk mengontrol populasi agar tidak membahayakan warga dan wisatawan.
“Kalau anjing liar berkeliaran di pusat keramaian seperti pasar dan jalan utama, tentu membahayakan masyarakat dan wisatawan. Penanganan perlu dilakukan, bukan untuk dimusnahkan, tapi dikontrol populasinya,” ujarnya
Ia juga mengingatkan bahwa pengendalian harus dilakukan secara bertahap dan selektif, dengan memastikan bahwa anjing yang ditangani benar-benar tidak memiliki pemilik dan berada di ruang publik tanpa pengawasan. Sementara itu, anjing peliharaan harus diberi tanda dan dijaga oleh pemiliknya agar tidak menjadi sasaran penanganan
Terkait opsi lain seperti pembangunan shelter atau sterilisasi, Yola menyadari adanya keterbatasan anggaran dan sumber daya di daerah. Oleh karena itu, langkah darurat seperti saat ini dianggap sebagai solusi sementara demi menghindari jatuhnya korban lebih banyak.
“Kalau bicara ideal tentu bagus pakai shelter atau kastrasi. Tapi ini butuh dana besar, tenaga perawat, lahan yang aman. Kalau sekarang ini kami melihat dari sisi efisiensi dan keselamatan warga,” katanya
Dengan adanya pengendalian ini, Yola berharap lalu lintas di kawasan kota kembali lancar dan masyarakat merasa aman. Ia juga meminta dinas teknis dan instansi terkait untuk terus melakukan evaluasi agar proses pengendalian berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan masalah baru












