Pengamat politik Rocky Gerung kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik tajam terhadap Rocky mengacu pada teori Guy Debord dalam bukunya The Society of the Spectacle (1967), yang menjelaskan bagaimana masyarakat modern lebih tertarik pada tampilan dangkal dibandingkan gagasan mendalam.
Dalam pernyataannya, Rocky mengutip berbagai teori filsafat untuk menyoroti gaya kepemimpinan Dedi yang dinilai lebih mengutamakan penampilan visual daripada visi yang mendalam
Rocky mengacu pada teori Guy Debord dalam bukunya The Society of the Spectacle (1967), yang menjelaskan bagaimana masyarakat modern lebih tertarik pada tampilan dangkal dibandingkan gagasan mendalam.
Ia menyebut fenomena ini sebagai “masyarakat yang doyan nonton kedangkalan”
Rocky juga membandingkan Dedi Mulyadi dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dengan menyatakan bahwa keduanya meraih popularitas melalui intensitas kemunculan di media, bukan karena kedalaman visi mereka
Selain itu, Rocky mengkritik kebijakan Dedi yang mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer.
Menurutnya, pendekatan ini hanya mendisiplinkan tubuh tanpa membentuk pola pikir yang lebih kritis. Ia mengutip teori disciplinary society dari Michel Foucault, yang menyatakan bahwa barak militer berfungsi untuk mendisiplinkan tubuh, bukan membentuk pemikiran
Menanggapi kritik tersebut, Dedi Mulyadi memilih untuk tidak terlibat dalam perdebatan panjang. Ia memberikan balasan sederhana namun menohok melalui akun Instagram pribadinya, dengan mengatakan,
“Saya memilih menjadi orang yang berpikiran dangkal, namun melahirkan hamparan tanaman. Daripada orang yang mengakui pikirannya dalam malah membuat banyak orang tenggelam”, Ujar Kang Dedi Mulyadi
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Dedi lebih memilih fokus pada tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat daripada terjebak dalam perdebatan filosofis.
Sementara itu, pengacara Hotman Paris turut angkat bicara, menyebut kritik Rocky Gerung sebagai “omon-omon” atau sekadar teori tanpa bukti nyata.
Ia mempertanyakan kontribusi Rocky dalam menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat
Perdebatan ini semakin menarik perhatian publik, dengan banyak pihak yang memberikan pendapat mereka terkait gaya kepemimpinan dan kritik yang dilontarkan.












