Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Dari Kerajaan ke Kabupaten: Sejarah Pembentukan Belitung dalam Republik Indonesia
Img 20250802 205950

Dari Kerajaan ke Kabupaten: Sejarah Pembentukan Belitung dalam Republik Indonesia

Img 20250802 205950

Oleh: Akhlanudin

TANJUNGPANDAN — Kabupaten Belitung, yang kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki sejarah panjang dan kompleks dalam pembentukan wilayah administratifnya.

Dari masa kerajaan lokal, kolonialisme, hingga dinamika negara federal pasca-kemerdekaan, jejak sejarah Belitung mencerminkan pergulatan identitas dan kedaulatan yang terus berkembang.

Warisan Kerajaan dan Kolonialisme

Sebelum Indonesia merdeka, Pulau Belitung merupakan wilayah yang kaya akan tradisi kerajaan lokal. Di antaranya:

  • Kerajaan Badau, dipimpin oleh Datuk Mayang Geresik.
  • Kerajaan Balok, dengan tokoh Kiai Agus Masud bergelar Depati Cakraningrat I.
  • Kerajaan Belantu dan Buding, yang berkembang sebagai pecahan dari Balok.

Pada abad ke-19, Belanda menghapus struktur kerajaan dan mengganti sistem pemerintahan dengan distrik administratif. Gelar adat seperti Depati dan Tumenggung dihapuskan, digantikan oleh kepala distrik dan asisten residen.

Pasca-Kemerdekaan: Belitung dalam Republik Indonesia Serikat (RIS)

Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Belitung sempat menjadi bagian dari negara federal buatan Belanda: Republik Indonesia Serikat (RIS). Dalam struktur RIS, Belitung tergabung dalam Negara Sumatera Selatan, bersama Bangka dan Palembang.

Namun, sistem federal ini tidak bertahan lama. Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Belitung pun resmi menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan, dalam struktur NKRI.

Pembentukan Kabupaten Belitung

Pada dekade 1970-an, wilayah Belitung ditetapkan sebagai Kabupaten Belitung, dengan ibu kota di Tanjungpandan. Kabupaten ini mencakup seluruh Pulau Belitung dan berada di bawah Provinsi Sumatera Selatan.

Era Reformasi: Provinsi Baru dan Pemekaran Wilayah
  • Tahun 2000: Pemerintah Indonesia membentuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai provinsi ke-31. Kabupaten Belitung menjadi bagian dari provinsi baru ini.
  • Tahun 2003: Kabupaten Belitung dimekarkan menjadi dua wilayah administratif:
  • Kabupaten Belitung (wilayah barat, pusat di Tanjungpandan)
  • Kabupaten Belitung Timur (wilayah timur, pusat di Manggar)

Pemekaran ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan pelayanan publik di wilayah timur pulau.

Catatan Redaksi

Sejarah administratif Belitung tidak hanya mencerminkan perubahan struktur pemerintahan, tetapi juga dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang.

Dari petuah adat hingga perjanjian internasional, dari kerajaan lokal hingga negara federal, Belitung telah melewati berbagai fase yang membentuk identitasnya hari ini.

Artikel Terkait

InShot 20260509

Puisi Puisi Edy Sukardi

Aku ingin engkau tetap muda Perjalanan…

InShot 20260508

22 Ribu Anak di Jakut…

Jakarta – Data Kementerian Pendidikan Dasar…

InShot 20260508

Pertamina Patra Niaga Apresiasi Pengungkapan…

Belitung – Pertamina Patra Niaga Regional…