Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Hari Tani Nasional 2025: Pemda mendorong penguatan wilayah persawahan di kabupaten Belitung untuk bangkit
Inshot 20250924 143334273

Hari Tani Nasional 2025: Pemda mendorong penguatan wilayah persawahan di kabupaten Belitung untuk bangkit

Inshot 20250924 143507792



Belitung, 24 September 2025 — Peringatan Hari Tani Nasional tahun ini menjadi momentum reflektif dan strategis bagi Kabupaten Belitung dalam memperkuat ketahanan pangan serta mewujudkan swasembada berbasis lokal.

Pemerintah daerah bersama kelompok tani dan masyarakat mengangkat semangat kedaulatan petani sebagai landasan revitalisasi sistem pertanian yang berkelanjutan.

Dengan mengintegrasikan kearifan lokal, teknologi tepat guna, dan perlindungan lahan produktif, Belitung menegaskan arah kebijakan yang berpihak pada petani dan ekologi pulau.

Langkah-langkah konkret seperti penguatan kelembagaan petani, diversifikasi komoditas unggulan, serta efisiensi pemanfaatan air dan lahan menjadi fokus utama dalam pembangunan sektor pertanian.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan alih fungsi lahan, Belitung menegaskan komitmennya menjadikan pertanian sebagai pilar ekonomi rakyat dan penjaga ekologi.

Pemerintah daerah terus mendorong sinergi lintas sektor untuk memperkuat fondasi pertanian lokal.

Wakil Bupati Belitung, Syamsir, turut hadir dalam kegiatan penanaman padi di Kelompok Tani Ibul Makmur seluas enam hektare.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya simbolis, tetapi bagian dari strategi terpadu menuju pertanian produktif dan multifungsi.

“Alhamdulillah, hari ini kita lakukan penanaman padi bersama kelompok tani Ibul Makmur dengan luas enam hektare. Ke depan, lokasi ini akan kita sondingkan dengan kolam lele, nila, dan patin,” ujar Syamsir.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa kolam telah disiapkan untuk pemeliharaan ikan air tawar sebagai bagian dari integrasi pertanian dan perikanan.

“Sudah ada beberapa kolam persiapan untuk pemeliharaan ikan lele, patin, dan nila. Ini akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syamsir menyampaikan rencana pengembangan kawasan tersebut sebagai destinasi agro wisata berbasis komunitas.

“Lingkungan di sini cukup mendukung. Kelompok tani akan mengelola langsung kawasan ini sebagai agro wisata, sehingga ada nilai tambah ekonomi dan edukasi bagi masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah daerah juga berkomitmen memperbaiki sistem irigasi dan menyediakan sarana pendukung seperti alat dan mesin pertanian (alsintan). Yang paling krusial, menurut Syamsir, adalah penyaluran pupuk subsidi yang langsung menyasar kelompok tani.

“Pupuk subsidi harus tepat sasaran. Kami pastikan distribusinya langsung ke kelompok petani agar tidak ada hambatan dalam produksi,” tegasnya.

Kegiatan Hari Tani ini turut dihadiri oleh berbagai unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), antara lain Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum, Bappeda, Dinas Perikanan, Camat Badau, Kapolsek Badau, Kepala Desa Ibul, para penyuluh, kelompok tani, serta tokoh masyarakat Desa Ibul.

Peringatan Hari Tani Nasional di Belitung tahun ini menjadi bukti bahwa transformasi pertanian bukan hanya wacana, melainkan gerakan nyata yang melibatkan petani, pemerintah, dan masyarakat dalam satu visi: kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Artikel Terkait

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau datang ke sini untuk apa…

InShot 20260405

Puisi Puisi Edy Sukardi

Kau tak sendiri AdakalanyaJiwa terasa reduplangkah…

InShot 20260402

Puisi-puisi Edy Sukardi

Jangan Ragu Perubahan itutak datang tiba-tibawalau…