Intisari beriti
- Adelia Saragih, pelapor kasus penipuan, memberikan klarifikasi terkait video wawancara Wakil Gubernur Hellyana dengan Andi Kusuma yang beredar luas.
- Adelia menegaskan bahwa laporan hukumnya terhadap Hellyana murni masalah pribadi terkait utang piutang sebelum Hellyana menjabat sebagai wakil gubernur, dan tidak ada kaitannya dengan jabatan publik atau ranah politik.
- Adelia meminta publik untuk tidak mengaitkan masalah ini dengan Gubernur Hidayat Arsani atau pihak lain, serta meminta netizen untuk tidak memperkeruh suasana di media sosial.
- Adelia menegaskan bahwa ia hanya ingin haknya dikembalikan dan menyerahkan penyelesaian masalah ini kepada pengadilan.
Belitung, Bangka Belitung – Kasus dugaan penipuan yang menyeret Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hellyana, memasuki babak baru dengan munculnya klarifikasi dari pelapor, Adelia Saragih.
Adelia, mantan manajer sebuah hotel di Pangkalpinang, angkat bicara terkait beredarnya video wawancara antara Hellyana dan seorang pengacara bernama Andi Kusuma yang memicu polemik di media sosial.
Video tersebut, yang membahas masalah pribadi antara Adelia dan Hellyana, langsung menuai beragam reaksi dan spekulasi politik. Menanggapi hal ini, Adelia memberikan klarifikasi pada Selasa (11/11/2025) untuk meluruskan berbagai narasi yang berkembang.
“Kasus ini murni persoalan pribadi saya. Ini tentang utang sebelum beliau menjabat sebagai Wakil Gubernur. Jadi jangan dibawa ke ranah politik,” tegas Adelia dalam keterangannya.
Adelia mengungkapkan kekecewaannya terhadap narasi liar yang beredar di media sosial, yang menurutnya sengaja dipolitisasi untuk menggiring opini publik. Ia juga mengingatkan agar publik tidak menilai masalah ini dengan pandangan politik tertentu.
“Masalah yang saya hadapi ini tidak ada hubungannya dengan pak Gubernur. Ini murni urusan pribadi saya dengan ibu Wagub. Tidak ada urusan dengan bapak Andi Kusuma, pak Batara, dan tolong pada netizen yang terhormat jangan goreng-goreng kasus saya di media sosial,” tambahnya.
Adelia juga menegaskan bahwa ia tidak akan gentar menghadapi tekanan publik atau komentar yang mencoba menyudutkannya. Ia hanya ingin haknya dikembalikan melalui proses hukum yang sedang berjalan.
“Saya tidak ingin menciptakan kegaduhan. Saya hanya ingin hak saya dikembalikan. Biar pengadilan yang menentukan,” tutup Adelia.
Dengan berkas perkara yang sudah dinyatakan lengkap (P21), kini perhatian tertuju pada proses persidangan yang akan datang. Publik berharap persidangan dapat mengungkap fakta-fakta sebenarnya dan memberikan keadilan yang sejati bagi semua pihak yang terlibat.












