Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • “Membangun Rumah di Sorga”: Antara Kiblat Jasmani dan Rohani
Inshot 20251201 102457590

“Membangun Rumah di Sorga”: Antara Kiblat Jasmani dan Rohani

Img 20251204 075021

Puisi “Membangun Rumah di Sorga” karya Edy Sukardi adalah sebuah karya reflektif yang mengajak pembaca untuk merenungkan kembali prioritas hidup, khususnya dalam menyeimbangkan antara kebutuhan duniawi (jasmani) dan spiritual (rohani).

Dengan latar belakang sebagai seorang Rektor Universitas Muhammadiyah dan sastrawan, Edy Sukardi menghadirkan puisi ini sebagai kritik sosial terhadap kecenderungan masyarakat modern yang lebih mengutamakan materi.

Isi dan Analisis

Puisi ini dibuka dengan sindiran halus mengenai arah kiblat, yang bisa diinterpretasikan sebagai arah atau orientasi hidup. Penulis membedakan antara “kiblat rohani” dan “kiblat jasmani,” menggambarkan bagaimana kedua hal ini seringkali bertentangan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang lebih fokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, seperti menjaga kesehatan melalui pola makan dan membeli asuransi, sebagai upaya untuk merawat diri.

Namun, penulis kemudian mempertanyakan apakah kita sudah membangun “sorga” di rumah kita. Pertanyaan ini merujuk pada kualitas hubungan dalam keluarga dan lingkungan tempat tinggal.

Dengan menyinggung tingginya angka perceraian dan masalah kesehatan mental pada remaja, puisi ini menggambarkan bahwa rumah seringkali tidak lagi menjadi tempat yang aman dan nyaman.

Pesan utama dari puisi ini adalah ajakan untuk mengubah orientasi hidup, mengutamakan aspek rohani di atas jasmani. Penulis menyiratkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya bisa ditemukan dalam materi, tetapi juga dalam kedamaian spiritual dan hubungan yang harmonis.

Kelebihan

  • Bahasa Sederhana: Puisi ini menggunakan bahasa yang mudah dipahami, sehingga pesannya dapat dengan mudah diterima oleh berbagai kalangan.
  • Relevansi Tema: Tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi masyarakat modern yang seringkali terjebak dalam materialisme.
  • Refleksi Mendalam: Puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan kembali nilai-nilai yang dianut dan prioritas dalam hidup.
  • Kritik Sosial: Puisi ini mengandung kritik sosial yang membangun, mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan aspek spiritual dan hubungan interpersonal.

Puisi “Membangun Rumah di Sorga” karya Edy Sukardi adalah sebuah karya yang menggugah dan relevan dengan tantangan kehidupan modern.

Melalui bahasa yang sederhana dan refleksi yang mendalam, puisi ini mengajak kita untuk mencari keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual, serta membangun “sorga” di rumah kita melalui hubungan yang harmonis dan kedamaian batin.

Puisi ini sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin merenungkan kembali makna hidup dan mencari kebahagiaan sejati.

Identitas karya

  • Judul: Membangun Rumah di Sorga
  • Sumber: daulatrakyatco.co.id, 1 Desember 2025
  • Penulis: Edy Sukardi

Puisi ini mengangkat tema tentang keseimbangan antara kebutuhan rohani dan jasmani dalam kehidupan manusia, serta kritik terhadap kecenderungan masyarakat modern yang lebih mengutamakan aspek material.

Poin-poin Inti:

  • Kiblat yang Bengkok: Puisi memulai dengan pertanyaan retoris tentang perlunya meluruskan arah kiblat, menyindir kemungkinan adanya penyimpangan nilai-nilai spiritual dalam masyarakat.
  • Dua Arah Kiblat: Penulis membedakan antara “kiblat rohani” dan “kiblat jasmani,” menyoroti konflik antara keduanya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Prioritas Jasmani: Puisi menggambarkan bagaimana banyak orang lebih mementingkan kebutuhan fisik dan materi, seperti menjaga pola makan, membeli asuransi, dan mengejar kesenangan duniawi.
  • Sorga di Rumah: Penulis mempertanyakan apakah kita sudah membangun “sorga” di rumah kita, merujuk pada keharmonisan keluarga dan lingkungan yang menyenangkan.
  • Masalah Keluarga: Puisi menyinggung masalah-masalah keluarga seperti tingkat perceraian yang tinggi dan gangguan mental pada remaja, yang menunjukkan bahwa rumah tidak lagi menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang.
  • Orientasi Rohani: Pada akhirnya, puisi mengajak pembaca untuk mengubah orientasi hidup dan lebih mengutamakan aspek rohani daripada jasmani.

Fenomena:

Puisi ini mencerminkan fenomena umum dalam masyarakat modern, di mana nilai-nilai materialisme seringkali lebih dominan daripada nilai-nilai spiritual. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam hidup, masalah keluarga, dan perasaan tidak bahagia.

Menurut saya, puisi “Membangun Rumah di Sorga” adalah sebuah refleksi yang mendalam tentang kondisi spiritualitas manusia modern.

Edy Sukardi berhasil menyampaikan kritik sosialnya dengan bahasa yang sederhana namun efektif. Puisi ini mengajak kita untuk merenungkan kembali prioritas hidup kita dan mencari keseimbangan antara kebutuhan duniawi dan spiritual.

Pesan yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan-tantangan yang kita hadapi saat ini, seperti tekanan ekonomi, masalah keluarga, dan krisis identitas.

Puisi ini juga mengingatkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya bisa ditemukan dalam materi, tetapi juga dalam hubungan yang harmonis dengan keluarga dan kedekatan dengan Tuhan.

Editor : Akhlanudin
Fb img 1759155932500
Fb img 1759155988254

Artikel Terkait

Inshot 20251205 214943024

Bupati Belitung Teken MoU Pengembangan…

Intisari Berita JAKARTA,— Komitmen Pemerintah Kabupaten…

Inshot 20251205 200213879

“Kalau Tidak Ada Makanan, Kirimkan…

intisari Berita Delapan hari telah berlalu…

Inshot 20251205 190703601

Wapres Gibran Kunjungi Tapanuli Selatan,…

Intisari Berita Wakil Presiden RI, Gibran…

“Membangun Rumah di Sorga”: Antara Kiblat Jasmani dan Rohani – Media Daulat Rakyat