Intisari Berita
- Bayi di Kecamatan Gantung, Belitung Timur meninggal dunia setelah diduga terlambat dirujuk dari Puskesmas Gantung ke RSUD Muhammad Zein.
- Bupati Kamarudin Muten membentuk tim investigasi untuk meneliti kronologi, prosedur rujukan, kelayakan fasilitas, tanggung jawab tenaga medis, dan koordinasi antarinstansi.
- Masyarakat menyampaikan keprihatinan dan mendesak perbaikan sistem kesehatan, sementara bupati berkomitmen akan tindak lanjut yang transparan guna mencegah kejadian serupa.
Belitung Timur – Seorang bayi di Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, meninggal dunia setelah diduga tidak segera mendapatkan rujukan dari Puskesmas Gantung ke RSUD Muhammad Zein. Peristiwa ini menjadi sorotan publik dan memunculkan keprihatinan terkait kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Kronologi Kejadian
Bayi tersebut awalnya diperiksa dan dirawat di Puskesmas Gantung. Ketika kondisinya semakin memburuk, keluarga meminta agar pasien dirujuk ke rumah sakit tingkat lebih tinggi.
Peristiwa bermula pada Rabu dini hari, 11 Desember 2025, sekitar pukul 02.00 WIB, ketika Mila Kurnia datang ke Puskesmas Gantung karena telah memasuki proses persalinan. Keluarga menunggu perkembangan kondisi hingga menjelang siang.
Menurut kakak pasien, pada pukul 13.00–14.00 WIB Mila dinyatakan telah mengalami pembukaan lengkap. Namun pemeriksaan menunjukkan bahwa air ketuban berwarna hijau dan kepala bayi belum turun, kondisi yang dianggap berpotensi membahayakan.
Melihat situasi tersebut, keluarga menyatakan telah berkali-kali meminta rujukan ke RSUD Belitung Timur. Akan tetapi menurut penuturan mereka, petugas Puskesmas belum segera menerbitkan surat rujukan karena menilai belum saatnya dirujuk.
Keluarga mengaku baru mendapatkan surat rujukan sekitar pukul 16.00 WIB, setelah menunggu berjam-jam.
Sesampainya di RSUD Belitung Timur, Mila melahirkan secara normal sekitar pukul 18.00 WIB. Bayi yang dilahirkan masih hidup namun dalam kondisi lemah dan langsung dimasukkan ke ruang inkubator. Meski telah mendapatkan perawatan intensif, bayi tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 00.00 WIB.
Namun diduga terjadi keterlambatan dalam proses rujukan, sehingga bayi tidak dapat mendapatkan penanganan lanjutan yang dibutuhkan dan akhirnya meninggal.
Bupati Langsung Bertindak
Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, segera membentuk tim investigasi khusus untuk menangani kasus ini. Tim memiliki tugas untuk menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh, mengevaluasi prosedur rujukan yang berlaku, serta mengidentifikasi apakah terdapat kelalaian dari pihak tenaga medis.
“Kasus ini tidak bisa dianggap sepele. Kita harus melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Beltim,” ujar Kamarudin dengan tegas.
Fokus yang Akan Diperiksa Tim
Tim investigasi akan meneliti beberapa poin penting, antara lain:
- Prosedur rujukan dari puskesmas ke rumah sakit
- Kesiapan sarana dan prasarana di Puskesmas Gantung
- Tanggung jawab tenaga medis yang menangani kasus bayi tersebut
- Koordinasi antara berbagai instansi kesehatan dalam penanganan kondisi darurat
Reaksi dari Masyarakat
Masyarakat Belitung Timur menyampaikan dukacita dan keprihatinan mendalam atas kejadian tragis ini. Banyak pihak menganggap bahwa kasus ini mencerminkan kelemahan dalam sistem pelayanan kesehatan di daerah.
Warga juga mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan menyeluruh, termasuk peningkatan kapasitas tenaga medis dan penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai.
Sebagai informasi, seorang warganet bernama Abidin mengunggah keluhan terkait pelayanan Puskesmas Gantung. Ia menuduh adanya penanganan yang lambat saat proses persalinan sehingga bayi tidak terselamatkan. (12/12/2025)
Komitmen untuk Perbaikan
Bupati Kamarudin berkomitmen bahwa hasil investigasi akan diikuti dengan tindakan konkret. Pemerintah daerah berencana untuk memperbaiki sistem rujukan kesehatan, meningkatkan kualitas pelayanan di tingkat puskesmas, serta memastikan transparansi dalam menyampaikan hasil penyelidikan kepada masyarakat.
Kasus meninggalnya bayi di Belitung Timur menjadi perhatian serius terkait pelayanan kesehatan daerah.
Pembentukan tim investigasi diharapkan dapat menghasilkan temuan yang akurat dan menjadi dasar untuk perbaikan sistem, sehingga tragedi serupa dapat dihindari di masa depan.












