Intisari Berita
- Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten mencopot kepala Puskesmas Gantung pada 15/12/2025 terkait kasus kematian bayi yang diduga terlambat dirujuk.
- Sebelumnya ia telah meminta evaluasi tujuh puskesmas di daerah tersebut karena pelayanan yang kurang baik.
- Bupati menegaskan pelayanan kesehatan tidak boleh main-main, menyoroti kebersihan puskesmas, dan mengajak masyarakat melaporkan pelayanan yang tidak baik secara langsung.
- Ia juga menggelar rapat dengan Dinas Kesehatan dan RSUD untuk mencegah kejadian serupa.
Manggar Belitung Timur-Pada Senin (15/12/2025), Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten melakukan inspeksi mendadak ke Puskesmas Gantung, Kecamatan Gantung, dan mencopot kepala puskesmas terkait sebagai konsekuensi atas dugaan kelalaian pelayanan yang diduga berkaitan dengan kematian seorang bayi yang terlambat dirujuk ke rumah sakit.
Sebelumnya, Bupati telah memberikan instruksi kepada Dinas Kesehatan untuk mengevaluasi tujuh puskesmas di daerah tersebut.
“Sebelumnya saya sudah minta dinas kesehatan untuk mengevaluasi tujuh puskesmas yang ada di Belitung Timur, terutama Puskesmas Gantung yang pelayanannya sangat buruk,” ujarnya
Pada pagi hari sebelum sidak, ia juga menggelar rapat bersama pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut secara mendalam, dengan mengatakan,
“Tadi pagi juga saya sudah rapat dengan Dinkes dan RSUD agar jangan sampai hal ini terulang. Kami akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap fasilitas kesehatan di Beltim agar masyarakat nyaman berobat”.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan. “
“Ini menjadi evaluasi serius. Pelayanan kesehatan tidak boleh main-main. Kalau ada kelalaian, harus ada konsekuensinya. Kepala puskesmas sudah saya copot,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyapa para pasien dan mengajak masyarakat untuk melaporkan pelayanan yang tidak baik secara langsung.
“Kalau ada pelayanan yang tidak baik, laporkan langsung ke saya. Jangan takut. Pemerintah hadir untuk masyarakat,” ujarnya di depan pasien dan keluarga pasien.
Tak hanya terkait pelayanan medis, Bupati juga menyoroti kebersihan lingkungan puskesmas.
“Tempat pelayanan kesehatan harus bersih. Kebersihan ini bagian dari pelayanan. Kalau bersih, masyarakat juga lebih nyaman,” tandasnya.












