Intisari Berita
- Pada 5–7 Desember 2025, Belitung menjadi tuan rumah Piala AETI Aquabike Indonesian Championship Final Round 2025 dan festival Gempita Belitong, yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Belitung dan Nadi Creative.
- Ajang ini tidak hanya menghadirkan adrenalin kompetisi olahraga air dengan berbagai kelas lomba, tetapi juga menggabungkan elemen budaya melalui musik, kuliner, dan pertunjukan lokal untuk memperkaya pengalaman wisatawan.
- Selama tiga hari, acara ini dikunjungi sekitar 30 ribu orang, memberikan dampak ekonomi positif dengan peningkatan omzet UMKM hingga ratusan juta rupiah, serta kenaikan okupansi hotel dan penerbangan. Puluhan pekerja lokal juga terlibat dalam operasional event.
- Gelaran ini menjadi momentum penting untuk branding pariwisata Belitung, menegaskan pulau ini sebagai destinasi acara berskala besar dengan harapan akan menjadi agenda tahunan yang mengembangkan sport tourism dan memperkuat posisinya di peta pariwisata nasional.
BELITUNG — Riak ombak di Tanjung Tinggi, Belitung, berubah menjadi panggung adrenalin ketika deru mesin aquabike memecah keheningan laut biru. Selama tiga hari, 5–7 Desember 2025, pulau yang dikenal lewat pesona Laskar Pelangi itu menjadi tuan rumah Piala AETI Aquabike Indonesian Championship Final Round 2025, sebuah ajang yang bukan sekadar kompetisi olahraga air, tetapi juga momentum besar bagi branding pariwisata Belitung.
Adrenalin dan Kolaborasi
Kejuaraan ini lahir dari kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Belitung dan Nadi Creative. Format lomba yang kompetitif, visual venue yang memukau, serta kelas lomba beragam menghadirkan kesan positif bagi komunitas aquabike regional.
“Gempita Belitong bukan hanya festival atau kompetisi olahraga air, tetapi bukti bahwa Belitung siap menjadi tuan rumah acara berskala besar,” ujar Founder Nadi Creative, Neo Robby, dalam rilis resmi.
Dengan karakter geografis yang ideal untuk olahraga air, Belitung dinilai sebagai pintu masuk strategis bagi Indonesia dalam mengembangkan sport tourism berkelanjutan.
Festival yang Menghidupkan Pulau
Tak berhenti pada olahraga, ajang ini dirangkai dengan festival Gempita Belitong. Musik, kuliner, pertunjukan lokal, hingga atmosfer geopark yang ikonik berpadu menjadi narasi autentik tentang identitas Belitung. Tari tradisi, musik daerah, dan UMKM lokal tampil sebagai wajah budaya yang memperkaya pengalaman wisatawan.
Festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan platform naratif yang mengangkat kekuatan budaya pulau. Storytelling pariwisata Belitung pun semakin kuat, membuka peluang promosi hingga ke level nasional dan global.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Gelaran ini terbukti membawa dampak nyata. Selama berlangsungnya acara, sekitar 30 ribu pengunjung memadati area Tanjung Tinggi.
Kehadiran mereka mendorong peningkatan transaksi UMKM dengan omzet mencapai ratusan juta rupiah. Hunian hotel meningkat, penerbangan menuju Bandara H AS Hanandjoeddin melonjak, dan puluhan tenaga kerja lokal terlibat dalam operasional event, mulai dari pengelolaan sampah, transportasi, hospitality, hingga unit kesehatan dan keamanan.
“Hal ini memperlihatkan bagaimana sport tourism mampu membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan perputaran ekonomi daerah secara langsung,” tambah Robby.
Momentum Branding Pariwisata
Lebih dari sekadar kompetisi, Aquabike Championship dan Gempita Belitong menjadi momentum branding pariwisata Belitung. Dengan capaian positif ini, Belitung semakin menegaskan diri sebagai destinasi event berskala besar di Indonesia.
Harapannya, Gempita Belitong akan menjadi agenda tahunan yang bukan hanya memajukan sport tourism, tetapi juga memperkuat posisi Belitung dalam peta pariwisata nasional.












