
Belajar pada Angin
ESuBukan seberapa kuat
engkau bertahan
tetapi seberapa ringan
engkau melepaskan
Aku belajar pada angin
yang memberi sejuk
lalu ia pergi tanpa
menitip nama
Aku juga ingin belajar
pada akar
yang menembus sunyi
bekerja dalam sepi
menghidupkan pohon
tanpa mengharap puji
Aku juga ingin belajar
pada air
yang mengalir
tenang
membelah bebatuan
terus mengalir
hingga ke muara
Aku juga ingin belajar
pada daun
yang gugur jatuh
ke tanah
tak dendam pada angin
sebab ia tau semua
ada masanya
Dulu aku selalu
mencari panggung .
haus puji dan tepuk tangan
Luka yang paling berdarah
adalah saat mengharap
pada manusia
Kupertaruhkan lelah dan
air mata
Namun yang kudapat
adalah kecewa
yang menyesakan dada
Wahai jiwa yang terluka
jangan biarkan kecewa
mengunci hatimu
Pujian itu fana
Hanya ridha-Nya
yang abadi.
Pisangan Timur
4 Agustus 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














