Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Demo Ribuan Penambang Timah di Beltim 5 Agustus Dibatalkan, Harga Bijih Naik Jadi Rp170 Ribu/Kg
InShot 20260804

Demo Ribuan Penambang Timah di Beltim 5 Agustus Dibatalkan, Harga Bijih Naik Jadi Rp170 Ribu/Kg

MEDIA DAULAT RAKYAT MANGGAR BELITUNG TIMUR, Senin 3 Agustus 2026* – Rencana aksi demo ribuan penambang timah di Belitung Timur pada 5 Agustus 2026 resmi dibatalkan. Pembatalan ini terjadi setelah harga beli bijih timah disepakati naik dari Rp130 ribu menjadi Rp170 ribu per kilogram.

Kenaikan harga ini dianggap penambang sebagai kemenangan atas perjuangan mereka selama ini.

Kesepakatan Harga Capai Titik Temu

Sebelumnya, penambang menilai harga Rp130 ribu/kg tidak mencukupi kebutuhan hidup. Dalam tuntutannya, aliansi meminta harga disetarakan dengan Bangka sebesar Rp200 ribu/kg.

Setelah dialog, PT Timah menyetujui harga Rp170 ribu/kg untuk kadar Sn 72%. Harga baru ini berlaku di delapan stasiun pengumpul resmi PT Timah di Beltim.

“Saya selaku penanggung jawab aksi kegiatan dari Aliansi Penambang Timah Belitung Timur menyatakan secara resmi aksi kami pada tanggal 5 Agustus 2026 batal,” ujar Wartha Ade Pramana, Penanggung Jawab Aliansi Penambang Timah Rakyat Beltim.

“Tujuan kami dari awal adalah soal harga, dan hari ini harga yang kami perjuangkan sudah tercapai,” tambah Ade Wartha, Koordinator Aksi.

Perwakilan penambang lainnya, Dadang, juga menyambut baik keputusan tersebut.

“Dari awal kami hanya menuntut harga. Alhamdulillah sekarang sudah ada keputusan harga Rp170 ribu untuk Sn 72. Ini yang kami harapkan sejak awal.”

DPRD & Polisi Apresiasi Penyelesaian Lewat Dialog

Fezzi Uktolseja, Ketua DPRD Beltim, memastikan harga Rp170 ribu sudah berjalan di lapangan.

“Kami sudah mengecek langsung ke lapangan dan harga memang sudah berada di angka Rp170 ribu sesuai kesepakatan. Yang terpenting sekarang adalah pengawasan agar harga ini tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Kapolres Beltim turut mengapresiasi penyelesaian melalui dialog. Menurutnya, ini menjaga kondusivitas dan keamanan daerah.

Perbandingan Harga Bijih Timah
Kondisi Harga/kg Catatan
Sebelum tuntutan Rp130 ribu Dinilai tidak mencukupi kebutuhan
Tuntutan awal Rp200 ribu Menyesuaikan harga di Bangka
Kesepakatan akhir Rp170 ribu Berlaku resmi di 8 stasiun pengumpul Beltim
Fokus Selanjutnya: Pengawasan Harga

Dengan dibatalkannya aksi, fokus pemerintah, DPRD, dan PT Timah kini beralih ke pengawasan. Penambang berharap harga Rp170 ribu/kg bisa konsisten dan tidak turun kembali.

Bagi penambang, kenaikan ini adalah bukti bahwa perjuangan melalui dialog bisa membuahkan hasil tanpa harus turun ke jalan.

Artikel Terkait

InShot 20260804

Puisi Puisi Edy Sukardi

Belajar pada Angin Bukan seberapa kuatengkau…