Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • PT Timah Sepakati Harga Beli Timah Rakyat Rp200 Ribu/Kg Usai Aksi Massa di Beltim
Oplus

PT Timah Sepakati Harga Beli Timah Rakyat Rp200 Ribu/Kg Usai Aksi Massa di Beltim

MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR* – PT Timah Tbk resmi menyepakati kenaikan harga beli timah rakyat menjadi Rp200.000 per kilogram untuk kadar Sn 73 ore. Kesepakatan itu diambil pada Sabtu (8/8/2026), sehari setelah aksi unjuk rasa penambang di Kecamatan Gantung yang berujung pada pembakaran fasilitas perusahaan.

Direktur Operasi PT Timah Tbk, Handy Geniardi, mengatakan pencairan dana kompensasi untuk mitra Perusahaan Jasa Penambangan atau PJP sudah dimulai sejak Jumat malam.

“Sudah dimulai dicairkan tadi malam. Terhitung setelah magrib, setelah kejadian, kami sudah cairkan sampai dengan jam 10 malam karena ada batasan waktu di pihak bank di transfernya,” ujar Handy di Pangkalpinang.

Pokok Kesepakatan

  1. Harga patokan baru: Rp200.000/kg untuk bijih timah kadar Sn 73 ore.
  2. Waktu penetapan: Sabtu, 8 Agustus 2026, sebagai respons atas aksi massa penambang.
  3. Pencairan kompensasi: Dana untuk 8 CV mitra PT Timah di Pulau Belitung sudah masuk rekening sejak Jumat malam.
  4. Estimasi selesai: Proses pencairan kompensasi ditargetkan rampung dalam 15 hari ke depan.

“Siap. Kemarin sudah saya sampaikan hal ini kepada para mitra CV, di mana keinginan dari masyarakat seperti itu dan supaya ini juga dipedomani,” tegas Handy.

Latar Belakang Aksi
Aksi massa terjadi di Kecamatan Gantung, Belitung Timur, Jumat (7/8/2026). Ribuan penambang rakyat memprotes harga beli sebelumnya yang berada di kisaran Rp170.000–Rp180.000/kg. Ketidakpuasan memuncak hingga terjadi pembakaran dan perusakan fasilitas PT Timah.

Kenaikan harga menjadi Rp200.000/kg diharapkan dapat meredam gejolak dan memberi kepastian bagi ribuan penambang di Beltim.

Analisis: Masalah Belum Tuntas di Tata Niaga
Meski ada kenaikan harga, persoalan di lapangan dinilai belum selesai. Berdasarkan data di lapangan, penambang kerap menjual ke kolektor lokal dengan harga jauh lebih rendah, yakni Rp130.000–Rp140.000/kg.

Sebagai pembanding, harga patokan global LME pada Juli 2026 berada di level ±US$53.800/ton atau setara sekitar Rp850.000/kg. Kesenjangan harga yang besar ini menunjukkan masalah utama bukan hanya pada angka beli, tetapi juga pada tata kelola dan transparansi rantai pasok timah rakyat.

Perbandingan Harga Timah Rakyat
Pihak Harga/kg Sn 72–73 Catatan
PT Timah – Patokan Baru Rp200.000 Disepakati 8 Agustus 2026
PT Timah – Sebelumnya Rp170.000 – Rp180.000 Memicu protes penambang
Kolektor Lokal Rp130.000 – Rp140.000 Jauh di bawah harga resmi
Pasar Global LME Juli 2026 ±Rp850.000 Tidak sepenuhnya dinikmati penambang
Kesimpulan
Kesepakatan harga Rp200 ribu/kg menjadi langkah kompromi PT Timah untuk meredakan konflik di Belitung Timur. Namun tantangan ke depan adalah memastikan harga resmi benar-benar diterima penambang di tingkat lapangan, serta membenahi tata niaga agar tidak lagi terjadi disparitas yang memicu keresahan.

Artikel Terkait

InShot 20260809

HUT ke-50, PT Timah Gelar…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA – PT…

Oplus

Titik Terang untuk Penambang! Harga…

MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG TIMUR* –…