
Sangsaka
ESuDi bawah langit biru
dua sahabat saling membisu
yang satu terbuat dari
baja yang kaku
dan yang satu terbuat
dari tenunan sutra
Tiang berdiri kokoh menopang
raga tanpa ragu
sang saka berkibar gagah, megah
Sang tiang berbisik lirih
Aku berdiri tegak dibawah
terik dan hujan
dengan separuh badan
mencengkram tanah
di kedalaman
demi menopang ragamu
agar tetap berkibar
Aku berkibar gelepar
seakan manari di belai
angin pagi
Akulah warna bangsa
yang sedang berkabar
pada dunia
Akulah Indonesia
Kita beda wujud tapi satu tujuan
Saat petang menjelang
Malam akan datang
Sang tiang tetap tegak
bersama semilir angin
dan rasa dingin
Sangsaka melipat diri
masuk kotak
masuk lemari
Mereka baru ingar
pada kita saar hari merdeka
pengibaran dwiwarna
masih adakah makna
dan nilai juang
bagi rakyat dan bagi bangsa
Pisangan Timur
17 Agustus 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














