Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • DEN Apresiasi GEET Pulau Rengit: Listrik 24 Jam Jadi Bukti Transisi Energi Nasional
InShot 20260823

DEN Apresiasi GEET Pulau Rengit: Listrik 24 Jam Jadi Bukti Transisi Energi Nasional

MEDIA DAULAT RAKYAT Belitung, Sabtu 22 Agustus 2026 – Dewan Energi Nasional atau DEN memberikan apresiasi tinggi atas pembangunan Green Energy Ecosystem Technopark atau GEET di Pulau Rengit, Belitung. Proyek yang digagas PT PLN Persero ini dinilai sebagai tonggak penting transisi energi nasional karena berhasil mengubah pasokan listrik dari 12 jam menjadi 24 jam penuh.

“Milestone Penting” Transisi Energi
Anggota DEN, Sripeni Inten Cahyani, menyebut GEET sebagai bukti nyata komitmen PLN dalam riset dan inovasi teknologi kelistrikan rendah karbon.

“Kami mengapresiasi komitmen dan pencapaian nyata PT PLN Persero dalam riset, inovasi, serta mengembangkan teknologi kelistrikan rendah karbon guna mewujudkan ketahanan energi di pulau-pulau kecil dan terisolasi,” ujar Sripeni saat peresmian, Sabtu 22 Agustus 2026.

Sripeni menilai GEET sebagai milestone penting dalam peta transisi energi nasional. Ia berharap inovasi ramah lingkungan ini segera diadaptasi di wilayah terpencil lain agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Pencapaian PLN Persero luar biasa. Saya sangat bangga melihat bukti nyata riset inovasi dan pengembangan teknologi yang terus dilakukan untuk memecahkan isu-isu nasional,” tegasnya.

Teknologi Surya, Baterai, dan Hidrogen Hijau
GEET Pulau Rengit berlokasi di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Proyek ini dikembangkan PLN Puslitbang bersama perguruan tinggi, didukung PLN UIK Dwipantara dan UIW Bangka Belitung.

Teknologi yang digunakan meliputi tenaga surya atau PV, sistem penyimpanan baterai BESS, hidrogen hijau, serta PLTD sebagai backup.

Dampaknya langsung terasa. Kapasitas listrik naik dari 70 kWh menjadi lebih dari 74 kWh. Yang paling penting, pasokan listrik kini 24 jam penuh, sebelumnya hanya 12 jam.

Kunci Ketahanan Energi di Wilayah 3T
Sripeni menekankan ketahanan energi nasional bergantung pada kemandirian energi di daerah, khususnya pulau terluar dan terisolasi.

“Ketahanan energi nasional tidak akan pernah tercapai tanpa terwujudnya kemandirian energi di daerah, terutama di titik-titik krusial seperti pulau terluar dan daerah terisolasi,” katanya.

Saat ini Indeks Ketahanan Energi Indonesia berada di angka 7 dengan kategori “tahan”. Target 2029 naik ke 8,36 dengan kategori “sangat tahan”.

“Lompatan dari skala 7 ke 8,36 adalah tantangan besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor,” jelas Sripeni.

DEN juga mendorong riset energi laut seperti arus, gelombang, dan perbedaan suhu untuk mendukung ketahanan energi di wilayah kepulauan.

Artikel Terkait

InShot 20260822

Puisi Puisi Edy Sukardi

Dengarlah suara mereka Jika mereka diambukan…

InShot 20260822

Sintak Baro Cup 2026 Resmi…

MEDIA DAULAT RAKYAT Tanjungpandan, Sabtu 22…

InShot 20260822

Satgas Tri Cakti Bentuk Tim…

MEDIA DAULAT RAKYAT Pangkalpinang, Sabtu 22…