Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Pidato Menohok di 100 Tahun Gontor: KH Hasan Abdullah Sahal Sindir Fenomena Cari Muka Hingga Cari Ijazah di Depan Prabowo
InShot 20260920

Pidato Menohok di 100 Tahun Gontor: KH Hasan Abdullah Sahal Sindir Fenomena Cari Muka Hingga Cari Ijazah di Depan Prabowo

MEDIA DAULAT RAKYAT PONOROGO, 20 September 2026 – Resepsi Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026) menjadi sorotan. Bukan hanya karena dihadiri Presiden Prabowo Subianto, tetapi karena pidato Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal yang penuh guyonan sekaligus kritik sosial tajam.

Di hadapan ribuan santri, alumni, dan tamu negara sahabat, KH Hasan menyinggung fenomena “cari muka” hingga “cari ijazah” sebagai gambaran perilaku instan masyarakat saat ini.

Isi Pidato yang Viral:

KH Hasan membuka dengan guyonan soal kehadiran Presiden Prabowo:

“Andai kata Pak Prabowo hari ini enggak datang, nah ini muka saya taruh di mana? Akhirnya saya harus cari muka. Sekarang banyak orang yang cari muka, betul?” ujarnya yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Ia kemudian melanjutkan dengan rentetan sindiran sosial yang berima:

“Sekarang banyak orang yang cari muka. Orang tidak punya ijazah, cari ijazah. Orang tidak punya nama, cari nama. Orang tidak punya uang, cari uang. Orang tidak punya jabatan, cari jabatan. Orang tidak punya muka, cari muka,”

KH Hasan menegaskan pidato itu tidak menunjuk pihak tertentu, melainkan refleksi atas realitas perilaku masyarakat yang mengejar validasi dan posisi secara instan.

Konteks Acara 100 Tahun Gontor:

Perayaan ini adalah puncak rangkaian satu abad pengabdian Gontor. Acara digelar di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) Gontor Pusat, Ponorogo.

Presiden Prabowo disambut ribuan santri dengan kibaran Merah Putih. Hadir juga Ketua Badan Wakaf PMDG dan ribuan alumni dari dalam dan luar negeri. Rangkaian acara diisi menyanyikan Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku, serta pemutaran video perjalanan 100 tahun Gontor.

Pesan Utama Gontor di Abad Kedua:

  1. Tetap Memilih Pendidikan: “Kami tetap memilih pendidikan. Bapak Presiden, saya… Saya tak ngomong agak ndak enak ya, Pak. Sorry yee,” kata KH Hasan menegaskan komitmen Gontor di jalur pendidikan sebagai jalan membangun bangsa.
  2. Wakaf Cinta untuk Bangsa: KH Hasan menyebut pendiri Gontor telah mewakafkan ide, nilai, sistem, dan kecintaan kepada bangsa. Pada momen ini, Gontor menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor yang ditulis tangan oleh santri kepada Presiden Prabowo sebagai simbol pengabdian.
  3. Independensi dan Persatuan: Gontor menegaskan tetap berdiri di atas nilai Islam tanpa sekat organisasi, menjadi wadah pemersatu santri dari NU, Muhammadiyah, dan semua golongan.

Pidato KH Hasan menjadi pengingat bahwa di tengah budaya instan yang ingin serba cepat – cari nama, cari jabatan, hingga cari muka – pendidikan karakter dan keikhlasan tetap menjadi jalan utama membangun peradaban.

Artikel Terkait

InShot 20260920

Revitalisasi 2027: Bandara H AS…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 20 September…

InShot 20260920

Nusron Wahid Ternyata Sudah Mundur…

MEDIA DAULAT RAKYAT JAKARTA, 20 September…

InShot 20260920

HARI INI BELITUNG MENENTUKAN: Bupati…

MEDIA DAULAT RAKYAT TANJUNGPANDAN, 20 September…