Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Dulu Diremehkan, Kini Mengelola Puluhan Server di Berbagai Negara
Inshot 20250609 131115212

Dulu Diremehkan, Kini Mengelola Puluhan Server di Berbagai Negara

Inshot 20250609 131156450

Kulon Progo — Nurohman (35), pria asal Kelurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pernah dianggap remeh oleh banyak orang. Lahir dari keluarga miskin, ia kerap mendapatkan stigma negatif.

“Orang-orang dulu mengira saya hanya pengangguran yang tidak mau berusaha. Padahal, saya bekerja setiap hari, tetapi dari balik layar,” ujar Nur dalam wawancara dengan media.

Kesalahpahaman ini muncul karena pekerjaan Nur yang tidak terlihat secara fisik. Berbeda dengan kebanyakan orang yang bekerja di kantor atau lapangan, Nur beroperasi dari rumah sebagai infrastructure engineer di sebuah perusahaan berbasis di Singapura yang bergerak di bidang Internet of Things (IoT).

“Saya mengelola sekitar 50 server di berbagai negara. Pekerjaan ini memungkinkan saya untuk mengontrol, mengamankan, dan memastikan kelancaran server dari jarak jauh,” jelasnya.

Perusahaan tempatnya bekerja berfokus pada teknologi smart home, smart hotel, dan smart airport, dengan klien terbesar berasal dari Singapura. Nur memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga server tetap berjalan optimal di berbagai data center.

“Kadang ada kendala teknis yang harus diselesaikan secepatnya, dan semua itu dilakukan secara remote. Tidak banyak orang yang tahu bagaimana sistem ini bekerja, sehingga saya sering dianggap tidak melakukan apa-apa,” tambahnya.

Meskipun pekerjaannya tidak terlihat seperti profesi konvensional, pendapatannya jauh melebihi ekspektasi orang-orang yang pernah meragukannya. Selain gaji yang kompetitif, ia juga memiliki fleksibilitas untuk bekerja dari mana saja.

“Teknologi terus berkembang. Dulu, mungkin banyak orang berpikir bahwa pekerjaan harus dilakukan dengan cara tradisional. Sekarang, dengan internet dan sistem cloud, hampir semua hal bisa dikendalikan dari jarak jauh,” katanya.

Dengan perjalanannya yang penuh tantangan, Nur berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama mereka yang sering dipandang sebelah mata hanya karena cara kerja mereka berbeda.

“Kuncinya adalah konsistensi dan terus belajar. Jika kita menguasai teknologi, maka tidak ada batasan lagi dalam bekerja dan berkarya,” pungkasnya

Artikel Terkait

InShot 20260429

567 PPPK Pendidikan di Beltim,…

Manggar – Rumor pemangkasan terhadap 1.966…

InShot 20260429

Bupati Beltim Pastikan Perjuangkan Nasib…

Manggar – Bupati Belitung Timur (Beltim)…

InShot 20260429

Bupati Belitung Kobarkan Semangat Juara…

Tanjungpandan – Bupati Belitung, H. Djoni…