
Oleh: Akhlanudin
TANJUNGPANDAN — Kabupaten Belitung, yang kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dan pusat budaya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memiliki sejarah panjang dan kompleks dalam pembentukan wilayah administratifnya.
Dari masa kerajaan lokal, kolonialisme, hingga dinamika negara federal pasca-kemerdekaan, jejak sejarah Belitung mencerminkan pergulatan identitas dan kedaulatan yang terus berkembang.
Warisan Kerajaan dan Kolonialisme
Sebelum Indonesia merdeka, Pulau Belitung merupakan wilayah yang kaya akan tradisi kerajaan lokal. Di antaranya:
- Kerajaan Badau, dipimpin oleh Datuk Mayang Geresik.
- Kerajaan Balok, dengan tokoh Kiai Agus Masud bergelar Depati Cakraningrat I.
- Kerajaan Belantu dan Buding, yang berkembang sebagai pecahan dari Balok.
Pada abad ke-19, Belanda menghapus struktur kerajaan dan mengganti sistem pemerintahan dengan distrik administratif. Gelar adat seperti Depati dan Tumenggung dihapuskan, digantikan oleh kepala distrik dan asisten residen.
Pasca-Kemerdekaan: Belitung dalam Republik Indonesia Serikat (RIS)
Setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Belitung sempat menjadi bagian dari negara federal buatan Belanda: Republik Indonesia Serikat (RIS). Dalam struktur RIS, Belitung tergabung dalam Negara Sumatera Selatan, bersama Bangka dan Palembang.
Namun, sistem federal ini tidak bertahan lama. Pada 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negara kesatuan. Belitung pun resmi menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Selatan, dalam struktur NKRI.
Pembentukan Kabupaten Belitung
Pada dekade 1970-an, wilayah Belitung ditetapkan sebagai Kabupaten Belitung, dengan ibu kota di Tanjungpandan. Kabupaten ini mencakup seluruh Pulau Belitung dan berada di bawah Provinsi Sumatera Selatan.
Era Reformasi: Provinsi Baru dan Pemekaran Wilayah
- Tahun 2000: Pemerintah Indonesia membentuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai provinsi ke-31. Kabupaten Belitung menjadi bagian dari provinsi baru ini.
- Tahun 2003: Kabupaten Belitung dimekarkan menjadi dua wilayah administratif:
- Kabupaten Belitung (wilayah barat, pusat di Tanjungpandan)
- Kabupaten Belitung Timur (wilayah timur, pusat di Manggar)
Pemekaran ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan, memperkuat identitas lokal, dan meningkatkan pelayanan publik di wilayah timur pulau.
Catatan Redaksi
Sejarah administratif Belitung tidak hanya mencerminkan perubahan struktur pemerintahan, tetapi juga dinamika sosial dan budaya yang terus berkembang.
Dari petuah adat hingga perjanjian internasional, dari kerajaan lokal hingga negara federal, Belitung telah melewati berbagai fase yang membentuk identitasnya hari ini.












