Sepuluh keinginan
ESu
Dulu kalau aku ditanya
Apa cita-citamu nak
Aku ingin jadi anak
yang berguna
Ra jelas
tak kongkrit
tak spesifik
Dan banyak juga
Anak-anak yang hidupnya
tak punya cita-cita
tak punya mimpi yang akan
dikejarnya
Ia jalani saja
entan akan sampai di mana
Siang kemarin
Aku bertemu dengan Radit
kelas sembilan
‘Sudah hafal berapa jus nak
lima kek
nanti kalau kuliah
kamu mau kuliah di mana
Aku ingin kuliah di Mesir kek
kalau tidak ya ke Madinah’
Seusia Radit
Aku dulu tak punya cita-cita
yang jelas
kongkrit
Aku mau jadi insinyur
aku mau jadi tentara
aku mau jadi dokter
Aku baru punya target
punya orientasi
sesudah aku mahasiawa
sesudah aku di IMM
Aku disuruh menulis
sepuluh keinginan
punya target sepuluh tahun
yang akan datang
Aku akan jadi apa
tenan
Sepuluh keinginan itu
sembilan sudah kucapai
tinggal satu yang belum
Mas
Sepuluh keinginan itu
apa.saja
He he kepo
Istriku siapa
punya anak berapa
kedudukanku sebagai apa
punya runah sendiri
kendaraan pribadi
kota mana di dunia
yang sudah kau kunjungi
dan seterusnya
Kau simpan caratan itu
sepuh tahun yang akan datang
baru kau buka
Mas istrimu itu
yang kini jadi istrimu
atau bukan
ada nama.lain ya
Ha ha
Aku lagi ngomongin
Radit
kok jadi ke mana-mana
Ternyata ia mengenal aku
Ku tanya siapa
orang tuamu
dari mana asalmu
Kek
Mamahku dosen Uhamka
Oh
Kamu anak uni Ika
Radit santun
Cerdas
komunikatif
Soleh
Sukses ya Dit
ya Kek
MBS
14 September 2025
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














