Jakarta, 18 September 2025 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah pesisir Indonesia hingga akhir September 2025. Fenomena ini dipicu oleh fase Bulan Baru yang terjadi pada 21 September, yang berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut
BMKG menyebutkan bahwa banjir rob—atau banjir pesisir—berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan, pemukiman pesisir, serta sektor tambak garam dan perikanan darat. Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi pesisir Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, serta beberapa titik di Sulawesi dan Maluku
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa di pesisir utara Jawa Timur, ketinggian pasang air laut dapat mencapai 130 cm antara pukul 08.00–12.00 WIB.
“Genangan air rob bersifat korosif dan dapat merusak infrastruktur logam serta mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan,” ujarnya
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada periode 18–30 September 2025. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan langkah antisipatif guna meminimalkan risiko kerugian material dan keselamatan jiwa.
Untuk informasi terkini, masyarakat disarankan memantau pembaruan cuaca maritim melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi BMKG.












