intisari Berita
- Janice Tjen juara tunggal dan ganda putri di WTA 250 Chennai Open — pertama dalam sejarah tenis Indonesia.
- Di final tunggal, Janice kalahkan Kimberly Birrell (Australia) 6-4, 6-3.
- Di final ganda, Janice bersama Aldila Sutjiadi menundukkan Monica Niculescu/Storm Hunter 7-5, 6-4.
- Peringkat dunia Janice naik ke posisi 53, tertinggi sejak Angelique Widjaja.
- Total hadiah yang diraih lebih dari Rp1 miliar.
- Prestasi ini mengakhiri penantian 23 tahun gelar WTA bagi Indonesia.
Hyderabad, November 2025 — Indonesia kembali mencatatkan sejarah di panggung tenis dunia. Petenis muda Janice Tjen resmi mengawinkan gelar tunggal dan ganda putri di ajang bergengsi WTA 250 Chennai Open 2025, menjadikannya petenis Indonesia pertama yang meraih dua gelar sekaligus dalam satu turnamen WTA.
Dalam laga final tunggal yang digelar di SDAT Tennis Stadium, Hyderabad, Janice tampil dominan dan menundukkan wakil Australia, Kimberly Birrell, dengan skor 6-4, 6-3. Tak berhenti di sana, Janice bersama Aldila Sutjiadi juga menaklukkan pasangan unggulan pertama Monica Niculescu/Storm Hunter di final ganda dengan skor 7-5, 6-4.
Musim Emas Janice Tjen
Tahun 2025 menjadi titik balik karier Janice:
- Menembus babak kedua US Open
- Mencapai 9 final ITF
- Meraih 6 gelar juara ITF
- Kini, juara tunggal dan ganda WTA
Kemenangan ini mengakhiri penantian 23 tahun sejak Angelique Widjaja terakhir kali membawa pulang trofi WTA pada 2002.
Peringkat Dunia & Hadiah
- Janice kini melonjak ke peringkat 53 dunia di nomor tunggal — tertinggi untuk petenis Indonesia dalam dua dekade terakhir.
- Total hadiah yang dibawa pulang dari Chennai mencapai lebih dari Rp1 miliar, hasil dari kemenangan di dua nomor. Pernyataan Janice
“Saya bermain sangat baik di sini. Setiap babak saya merasa permainan saya membaik, dan hari ini saya bisa memainkan tenis terbaik saya,” ujar Janice usai final.
Catatan Redaksi:
Prestasi Janice Tjen menjadi momentum penting bagi kebangkitan tenis Indonesia. Dukungan pembinaan, akses turnamen internasional, dan sinergi antar federasi kini menjadi kunci untuk menjaga konsistensi prestasi atlet muda Indonesia di panggung dunia.












