Intisari Berita
- Operasi ini digelar serentak di seluruh jajaran Polda Babel, melibatkan Polri, TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait.
- Fokusnya menertibkan tambang berizin maupun ilegal agar pelaksanaannya sesuai prosedur, serta mencegah dampak lingkungan dan sosial.
- Tahapan operasi mencakup tindakan preemtif, preventif, represif, hingga rehabilitasi.
- Kapolda menegaskan, penertiban ini diharapkan memastikan pemanfaatan sumber daya alam berjalan benar dan berkelanjutan, sehingga memberi manfaat bagi masyarakat dan daerah.
BANGKA — Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengerahkan 1.600 personel dalam Operasi Tertib Tambang Menumbing (OTM) 2025 untuk menertibkan aktivitas tambang ilegal di seluruh wilayah Babel. Apel pasukan digelar di halaman Mapolda, Kamis (11/12/2025), dipimpin Kapolda Irjen Pol Viktor Theodorus Sihombing bersama Gubernur, Forkopimda, dan instansi terkait.
Kapolda Babel menegaskan operasi ini merupakan langkah bersama Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan pemanfaatan sumber daya alam dilakukan secara benar dan berkelanjutan.
“Tambang berizin maupun tambang liar akan kita awasi agar pelaksanaannya sesuai aturan dan hasilnya memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Operasi Tertib Tambang Menumbing akan menyasar seluruh aktivitas pertambangan yang menyalahi prosedur, baik dari sisi perizinan maupun dampak lingkungan. Aparat gabungan akan menjalankan tahapan mulai dari tindakan preemtif, preventif, hingga represif dan rehabilitasi. Penyuluhan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar praktik tambang ilegal tidak kembali muncul.
Kapolda menekankan, penertiban ini bukan sekadar menghentikan aktivitas tambang liar, tetapi juga memastikan tata kelola sumber daya alam berjalan sesuai aturan. “Hal-hal yang berkaitan dengan tambang dan dampaknya menjadi sasaran operasi. Kita libatkan TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya,” katanya.
Sebanyak 1.600 personel dari seluruh polres di Babel diterjunkan dalam operasi ini. Pemetaan lokasi tambang telah dilakukan, sehingga setiap kabupaten dengan aktivitas tambang akan menjadi objek penertiban. Operasi berlangsung serentak selama beberapa hari ke depan, dengan pengawasan intensif di titik-titik rawan.
Aktivitas tambang ilegal di Bangka Belitung selama ini menjadi sorotan karena menimbulkan kerusakan lingkungan, konflik sosial, hingga hilangnya potensi pendapatan daerah.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum berupaya menekan praktik tersebut agar pemanfaatan sumber daya alam tidak menimbulkan bencana ekologis maupun kerugian ekonomi
Kapolda berharap operasi ini dapat menjadi momentum perbaikan tata kelola pertambangan di Babel.
“Jika aktivitas tambang dijalankan sesuai aturan, hasilnya bisa menjadi sumber pendapatan negara, daerah, dan masyarakat secara berkelanjutan,” tegasnya.












