Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Presiden Prabowo: Indonesia Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Bermanfaat, Tapi Masih Jadi Opsi Realistis
InShot 20260307

Presiden Prabowo: Indonesia Siap Keluar dari Board of Peace Jika Tak Bermanfaat, Tapi Masih Jadi Opsi Realistis

Intisari Berita

  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tetap berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk memperjuangkan perdamaian Palestina, namun siap keluar jika tidak lagi bermanfaat bagi kepentingan nasional. Ia menilai BoP masih menjadi forum paling realistis untuk mendorong stabilitas dan perdamaian di Gaza. Menteri ATR/BPN sekaligus tokoh NU, Nusron Wahid, menyebut Prabowo memandang BoP sebagai sarana diplomasi yang perlu diberi waktu agar dapat menunjukkan hasil, sehingga Indonesia tetap menjadikannya ikhtiar menuju perdamaian.

JAKARTA-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia akan tetap berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk memperjuangkan perdamaian jangka panjang di Palestina.

Namun, Indonesia juga siap menarik diri apabila keikutsertaan tersebut tidak lagi memberikan manfaat bagi perjuangan Palestina maupun kepentingan nasional.

Hal itu disampaikan Sekretaris Majelis Syuro DPP Front Persaudaraan Islam (FPI), Habib Hanif Alatas, seusai menghadiri acara silaturahmi Presiden RI dengan para kiai dan tokoh ormas Islam di Istana Negara, Kamis (6/3).

Hanif menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo membahas perkembangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk keterlibatan Indonesia dalam BoP. Menurutnya, Prabowo menekankan bahwa Indonesia tetap berada di forum itu, tetapi siap keluar jika tidak ada kemajuan berarti.

“Presiden tadi menyampaikan kalau melihat tidak ada kemaslahatan lagi untuk Palestina, tidak ada peluang buat memperjuangkan kemaslahatan Palestina dan tidak sesuai dengan kepentingan nasional Indonesia, Presiden akan menarik diri,” ujar Hanif.

Meski demikian, Prabowo berpendapat bahwa BoP saat ini masih menjadi opsi paling realistis untuk mendorong terciptanya stabilitas dan perdamaian jangka panjang di Gaza.

Menteri ATR/BPN sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama, Nusron Wahid, menuturkan bahwa Prabowo juga menyinggung berbagai desakan agar Indonesia keluar dari BoP terkait situasi yang berkembang di Timur Tengah.

“Pak Presiden juga mempertanyakan, kalau seandainya ada yang mendesak Indonesia keluar dari BoP, terus tawarannya kita berunding dalam rangka menciptakan perdamaian itu di forum apa? Karena, forum untuk melakukan perundingan perdamaian di Palestina dan Gaza, itu satu-satunya hari ini ialah di BoP,” kata Nusron.

Dengan demikian, Nusron menyebutkan Prabowo masih memandang BoP sebagai sarana diplomasi untuk mendorong terciptanya stabilitas dan kemerdekaan Palestina. Ia mengajak masyarakat untuk memberi waktu agar upaya diplomasi tersebut dapat menunjukkan hasil terlebih dahulu.

“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu,” tambah Nusron.

Artikel Terkait

InShot 20260429

567 PPPK Pendidikan di Beltim,…

Manggar – Rumor pemangkasan terhadap 1.966…

InShot 20260429

Bupati Beltim Pastikan Perjuangkan Nasib…

Manggar – Bupati Belitung Timur (Beltim)…

InShot 20260429

Bupati Belitung Kobarkan Semangat Juara…

Tanjungpandan – Bupati Belitung, H. Djoni…