Aku merasa terpanggil
ESuKita telah sampai
di sini
berbaris berjajar
rapi sekali
menanti kereta
yang akan menjemput
untuk mengantar
ke stasiun akhir
Kau sendiri
ya, aku sendiri
istrimu tak ikut
tak
Nanti siapa yang akan
menjemputmu
si amal
Aku tak tau
mengapa ia memberi
kesempatan padaku
menempatkan aku
dalam deretan punggawa
sejati
Ya
Aku jadi terpanggil
Aku jadi bertekad
Akan aku rawat warisan ini
Padepokan
yang kini telah ditumbuhi
bunga aneka warna
tunas-tunas bambu
pohon belimbing
pohon jambu
ada juga
pohon manggis dan rambutan
Ia selalu membuka jalan
bagi siapa saja
yang mau melangkah
Setiap zaman
Ada orangnya dan
setiap orang ada zamannya
Sabar nak
kau punya jalan sendiri
dan kau akan sampai di sana
berbaris
berjajar
rapi
Itu saat yang dinanti
akan datang
dan kau akan terkejut
kok bisa sampai di sini
Pisangan Timur
11 Mei 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia














