
Mengeja Peristiwa
ESu
Saat gunung
Menuntahkan amarah
dari perut bumi
Aku membaca bait-bait debu tentang ketidakberdayaan
bahwa di hadapan kuasa Pemilik jagat
keangkuhan manusia
hanyalah debu yang mudah tersapu
Kemarau datang meminang
tanah hingga retak
telaga mengering
sungai dan danau susut airnya
doa-doapun dipanjatkan
mengetuk pintu langit
bumi rindu pada hujan
untuk membasuh pepohonan
yang menjerit luka
Diujung cakrawala
hutan menjelma arang
terbakar keserakahan
yang tak pernah kenyang
Asap mencoreng langit
sesak menyiksa dada
sebuah tanda bahwa
luka alam.adalah luka kita
Aku berdiri di atas sisa puing dan abu
membaca peristiwa
sebagai kitab kehidupan
Di balik kehancuran
yang menguji ketabahan
Aku berharap ada tunas harapan
yang siap mekar
dalam keheningan
Otw Jakarta
9 September 2026
- DR. H. Edy Sukardi, M.P.d, Rektor Universitas Muhammadiyah Bogor Raya
- Sastrawan Indonesia













