MEDIA DAULAT RAKYAT BELITUNG, 10 September 2026 – Proyek penggantian Jembatan Air Pilang di Kabupaten Belitung memasuki tahun kedua pengerjaan. Meski dihadapkan pada kendala pasokan semen dan pasang surut air laut, progres fisik proyek senilai Rp89,843 miliar ini masih berjalan sesuai jadwal.
Proyek strategis ini menggunakan skema multi years contract atau MYC dengan pendanaan APBN dan ditargetkan rampung awal 2027.
Progres Pengerjaan
Nilai kontrak: Rp89,843 miliar
Durasi proyek: 660 hari kalender, periode 2025–2027
Fokus 2025: Penyiapan lahan kerja dan penyelesaian pondasi abutment 1 & 2
Fokus 2026: Penyelesaian seluruh pondasi dan struktur bawah jembatan
Tahapan berikutnya: Pemasangan balok girder dimulai Oktober 2026, dilanjutkan pengecoran lantai dan pengaspalan
Target rampung: Awal 2027
Septian, Pejabat Pembuat Komitmen PPK 2.1 Satker PJN Wilayah II menjelaskan fokus tahun ini:
“Memasuki tahun kedua pelaksanaan pada 2026, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian seluruh pondasi dan struktur bangunan bawah jembatan.”
Mengenai kendala di lapangan, ia menambahkan:
“Kendala pasokan semen dari luar pulau dan dinamika pasang surut air memang menjadi tantangan tersendiri dalam pengerjaan pondasi. Namun, hal tersebut dapat diantisipasi dengan manajemen lapangan yang ketat, sehingga hingga saat ini progres fisik masih berada di jalur yang direncanakan.”
Tantangan di Lapangan
- Logistik: Keterlambatan pasokan semen dari luar Pulau Belitung karena bergantung pada jadwal ekspedisi laut
- Kondisi alam: Pasang surut air laut memengaruhi ritme dan waktu efektif pengerjaan pondasi
- Solusi: Penerapan manajemen lapangan ketat dan penjadwalan ulang untuk menjaga progres sesuai target
Pelaksana & Pengawas Proyek
Kontraktor pelaksana: PT Bangka Cakra Karya
Konsultan pengawas: PT Seecons bekerja sama dengan PT Nasuma Putra dalam skema Joint Operation
Dampak dan Harapan
Kehadiran jembatan baru Air Pilang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Belitung. Selain itu proyek ini diproyeksikan mendukung roda perekonomian masyarakat lokal dengan memperlancar arus barang, distribusi hasil pertanian, serta mobilitas warga.
Dengan selesainya jembatan ini, akses transportasi di Belitung bagian timur dan tengah akan lebih efisien dan aman, terutama saat musim hujan.












