MANGGAR, BELITUNG TIMUR MEDIA DAULAT RAKYAT– Audiensi Project SOLUSI di Gedung DPRD Kabupaten Belitung Timur, Kamis (22/10/2026), menyoroti lemahnya koordinasi antar perangkat daerah. Ketidakhadiran sejumlah pimpinan OPD teknis dalam forum tersebut dinilai menjadi penghambat utama sinkronisasi program.
Audiensi yang digelar di Manggar itu mengagendakan pemaparan capaian implementasi Project SOLUSI oleh konsorsium mitra pembangunan. Namun, absennya sejumlah kepala dinas dan kepala bidang teknis mengundang perhatian serius dari Bapperida.
Kabid Perekonomian, SDA, Infrastruktur, dan Kewilayahan Bapperida Belitung Timur, Rita Ratnasari, menegaskan bahwa pihaknya menjadikan persoalan ini sebagai catatan evaluasi penting.
“Kita mungkin butuh kembali sinergitas diperkuat lagi antar perangkat daerah, karena tanpa dukungan dari perangkat daerah terutama yang teknis, kita khawatirkan program ini kurang optimal,” ujar Rita di hadapan anggota DPRD Beltim.
Menurut Rita, keberhasilan Project SOLUSI sangat bergantung pada keterlibatan langsung pengambil kebijakan di OPD teknis. Ia menegaskan, catatan ketidakhadiran pejabat akan menjadi PR bersama untuk memperkuat koordinasi lintas OPD ke depan.
Peran Strategis Project SOLUSI
Project SOLUSI sendiri mulai berjalan sejak akhir 2024 dengan fokus pada pengelolaan bentang darat dan laut terpadu di Belitung Timur. Program ini dinilai bukan sekadar program lingkungan, melainkan platform integrasi kebijakan yang berdampak pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Bapperida memastikan, seluruh capaian Project SOLUSI akan diselaraskan dengan dokumen perencanaan resmi daerah, yakni RPJMD 2025–2029 dan RKPD tahunan. Program terkait lingkungan dan ekonomi desa akan diakomodir dalam dokumen perubahan RPJMD.
Tantangan Ke Depan
Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan untuk memastikan tidak ada ego sektoral antar OPD, sebagaimana yang juga ditekankan Bupati Belitung Timur dalam evaluasi RPJMD. Selain itu, kebijakan daerah harus selaras dengan target prioritas nasional sembari menciptakan sumber penghidupan berkelanjutan seperti ekowisata dan produk lokal.
Dengan evaluasi ini, Project SOLUSI diharapkan tidak berhenti sebagai proyek mitra pembangunan, melainkan terintegrasi penuh dalam sistem pembangunan daerah dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Belitung Timur.
Penulis: Redaksi Beltim
Editor: Tim Newsroom












