Bangka Tengah—Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang laut di Desa Batuberiga, Kecamatan Lubukbesar, semakin memanas.
Warga setempat berkumpul di pantai dekat Sungai Bakung setelah menduga adanya upaya mitra PT Timah untuk melakukan penambangan di laut.
Menurut salah satu warga, Dariyus, masyarakat melihat adanya perakitan ponton di Pantai Batuberiga sebagai persiapan penambangan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak peduli apakah aktivitas tersebut legal atau tidak—yang jelas, mereka menolak keberadaan tambang laut
“Situasi agak tegang, untuk menolak aktivitas perakitan tambang (ponton) yang katanya legal. Tapi bagi masyarakat dak peduli legal atau ilegal, masyarakat tidak mau tambang,” katanya, Sabtu (24/5/2025).
Situasi sempat tegang, namun akhirnya Kapolres Bangka Tengah turun tangan dan meminta mitra PT Timah menghentikan perakitan ponton serta menarik kembali bahan-bahan yang telah disiapkan.
Warga berjanji tidak akan meninggalkan pantai sebelum semua perlengkapan tambang benar-benar dibawa pulang
Penolakan terhadap tambang laut di Batuberiga bukan hal baru. Selama lebih dari 20 tahun, masyarakat telah menyuarakan keberatan mereka terhadap eksploitasi sumber daya laut yang menjadi mata pencaharian utama mereka.
Mereka berharap PT Timah dapat menyisihkan sebagian wilayah laut di Kepulauan Bangka Belitung sebagai zona bebas tambang.
Masyarakat Batuberiga kembali menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam jika tambang laut tetap dipaksakan di wilayah mereka.
Pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat mengambil langkah yang berpihak pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan warga.












