Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Warga Keluhkan Antrean Truk Solar Kuasai Jalur Motor di SPBU Selumar Beltim: Kami Mau Isi Pertalite Malah Dihadang
InShot 20261024

Warga Keluhkan Antrean Truk Solar Kuasai Jalur Motor di SPBU Selumar Beltim: Kami Mau Isi Pertalite Malah Dihadang

MANGGAR | MEDIA DAULAT RAKYAT – Keluhan terkait pelayanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Selumar, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur kembali mencuat. Seorang warga mengeluhkan aksi pengerit truk solar yang dinilai menguasai jalur antrean sepeda motor hingga memicu adu mulut pada Kamis, 22 Oktober 2026 pagi.

Keluhan tersebut disampaikan warga berinisial EJ kepada redaksi Media Daulat Rakyat. Ia meminta agar postingannya dibagikan karena merasa dirugikan saat hendak mengisi bahan bakar jenis Pertalite.

“SPBU Selumar… kami mau ngisi pertalite… karena di sekitar sini harganya mahal.. Rp14.000 bahkan ada yang jual Rp15.000,” tulis EJ dalam laporannya.

Menurut EJ, warga di sekitar Selumar sangat bergantung pada SPBU tersebut karena harga eceran di tingkat kios pengecer sangat tinggi. Dalam seminggu, ia mengaku hanya bisa mengantre satu hingga dua kali saja, padahal kebutuhan harian cukup besar.

“Motor kami tiap hari perlu 2 liter sehari kali 2 motor. Jadi kami sangat butuh isi di SPBU dengan harga resmi pemerintah,” ujarnya.

Namun pengalaman pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026, membuatnya kecewa. Saat hendak mengisi Pertalite, jalur antrean sepeda motor tidak bisa dilalui karena terhalang oleh truk-truk pengangkut solar.

“Antrean dihalangi oleh pengerit truk solar. Seharusnya jangan menguasai jalur motor. Ini di situ standby 5 truk, baris kiri 2 dan kanan 3, sehingga motor nggak bisa lewat,” keluh EJ.

Kondisi tersebut membuat pengendara motor yang hendak mengisi Pertalite tidak bisa masuk ke area dispenser. Ketika ditegur, para pengerit truk tersebut justru marah-marah dan terjadi adu mulut di lokasi.

“Ditegur malah marah-marah, tadi kami adu mulut. Kata mereka kenapa motor harus ngantri, kalau butuh cepat beli saja di kios,” cerita EJ menirukan ucapan salah satu pengerit.

Warga menilai, pihak SPBU Selumar seharusnya melakukan pengaturan antrean yang lebih tertib dan adil. Jalur untuk sepeda motor dan mobil pribadi yang mengisi Pertalite harus dipisahkan secara jelas dengan jalur truk solar agar tidak saling menghalangi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPBU Selumar. Warga berharap ada evaluasi dan penertiban agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat keberadaan SPBU dengan harga resmi sangat vital bagi ekonomi masyarakat kecil di Belitung Timur.

Artikel Terkait