JAKARTA MEDIA DAULAT RAKYAT – Angin segar bagi para guru non-Aparatur Sipil Negara (Non-ASN) di seluruh Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan proses pencairan tunjangan telah memasuki tahap akhir.
Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa seluruh Surat Perintah Membayar (SPM) dan Surat Perintah Pembayaran (SPP) telah selesai diproses.
“Semua SPM dan SPP sudah selesai dan kita tinggal menunggu antrean SP2D di KPPN,” jelas Nunuk Suryani merinci progres birokrasi tersebut.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pencairan tinggal menunggu penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Pencairan Dilakukan Bertahap
Mengingat jumlah penerima yang mencapai jutaan guru dengan data yang tersebar di seluruh daerah, pemerintah memastikan pencairan tidak akan dilakukan serentak dalam satu waktu.
Pencairan akan dilakukan secara bertahap langsung ke rekening masing-masing guru penerima. Guru diminta bersabar dan tidak terpancing informasi hoaks terkait tanggal pasti pencairan.
Dengan mekanisme transfer langsung, diharapkan proses lebih transparan dan tepat sasaran tanpa potongan pihak ketiga.
Imbauan Pantau Kanal Resmi
Hingga berita ini diturunkan, rincian detail mengenai jumlah total penerima di tiap provinsi maupun besaran nominal per daerah belum diumumkan secara spesifik oleh Kemendikdasmen.
Guru non-ASN diimbau untuk terus memantau pengumuman resmi melalui:
- Laman resmi Kemendikdasmen
- Portal Info GTK
- Pengumuman KPPN di wilayah masing-masing
- Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat
Pemerintah berharap dengan cairnya tunjangan ini, beban ekonomi para guru honorer dapat teringankan sekaligus menjadi suntikan motivasi untuk terus menjaga kualitas pengabdian di dunia pendidikan.
Pencairan tunjangan guru non-ASN ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan nasional.












