Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Nasional
  • Gunung Anak Krakatau Resmi Naik Status Siaga Level III, Radius 5 KM Steril
InShot 20261011

Gunung Anak Krakatau Resmi Naik Status Siaga Level III, Radius 5 KM Steril

SELAT SUNDA, MEDIA DAULAT RAKYAT – Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda resmi naik status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung sejak Jumat, 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang keras beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah.

Kenaikan status ini ditetapkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian ESDM, setelah terjadi lonjakan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Fakta Utama Kenaikan Status

Berdasarkan laporan evaluasi Badan Geologi periode 21 September hingga 9 Oktober 2026, aktivitas GAK menunjukkan tren meningkat sejak awal Oktober.

  • Tanggal Penetapan: Jumat, 9 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB
  • Alasan Peningkatan: Tercatat 14 kali erupsi dalam periode 6–9 Oktober 2026. Pada 9 Oktober saja hingga pukul 19.20 WIB, tercatat 9 kali erupsi dengan amplitudo maksimum 55 mm.
  • Jenis Aktivitas: Letusan bertipe Strombolian, disertai sinar api, tremor menerus dengan amplitudo 1–35 mm dominan 10 mm, 26 gempa letusan, 28 gempa hybrid, dan 9 gempa vulkanik dangkal.
  • Larangan: Tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari pusat erupsi dan radius 1 km dari pulau baru di barat laut serta tenggara Anak Krakatau. f7eefbf4

Kolom abu pada erupsi 9 Oktober pukul 18.28 WIB terpantau mencapai sekitar 1,8 km di atas puncak.

Kutipan Resmi

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menegaskan keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh:

“Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai tanggal 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.” 68f6

Anggota Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), Dr. Daryono, meminta masyarakat memahami kenaikan status sebagai langkah mitigasi, bukan untuk panik, dan meluruskan isu tsunami:

“Erupsi gunung api tidak otomatis menimbulkan tsunami. Potensi tersebut tetap perlu diperhitungkan apabila terjadi mekanisme tertentu, seperti longsoran tubuh gunung api dalam volume besar ke laut.”

Daryono juga menambahkan, “Saya memandang bahwa peningkatan status ini harus dipahami sebagai langkah kewaspadaan dan mitigasi dini, bukan sebagai alasan untuk panik.” 2c75

Sementara Kepala BPBD Provinsi Lampung, Aswarodi, mengimbau warga tidak termakan hoaks:

“BPBD Provinsi Lampung mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.” Dan berdasarkan pemantauan satelit BMKG hingga 10 Oktober pukul 07.00 WIB, belum terpantau dampak langsung abu vulkanik di daratan Lampung. 01aa

Dampak dan Rekomendasi PVMBG

PVMBG mengingatkan potensi bahaya yang mengintai berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta potensi erupsi sekunder yang dipicu kontak lava dengan air laut atau air hujan. f7ee

Instruksi resmi:

  1. Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki wilayah radius 5 km dari kawah.
  2. Dilarang mendekati pulau baru dalam radius 1 km di sektor barat laut dan tenggara.
  3. Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang, tidak percaya isu tsunami, dan selalu mengikuti informasi resmi PVMBG dan BPBD.
  4. Nelayan diimbau tidak melaut di sekitar selat dan gunakan masker jika terjadi hujan abu.

Pemkab Lampung Selatan melalui Sekda Supriyanto dan BPBD telah turun langsung ke pesisir Rajabasa pada Jumat malam untuk pemantauan, dan memastikan warga tetap bisa beraktivitas normal di luar radius bahaya.

Analisis

Kenaikan status ke Siaga menandakan fase kritis Anak Krakatau. Meski parameter RSAM dan tiltmeter masih menunjukkan energi relatif rendah dan belum ada peningkatan signifikan, rangkaian 14 erupsi dalam 4 hari menunjukkan suplai magma masih aktif.

Ancaman tsunami seperti peristiwa 2018 tidak otomatis terjadi, namun risiko longsoran tubuh gunung ke laut tetap menjadi skenario yang diwaspadai. Oleh karena itu, pemerintah daerah pesisir Banten-Lampung harus memperkuat jalur evakuasi, sistem peringatan dini, dan komunikasi darurat.

Untuk Media Daulat Rakyat, laporan ini akan terus di-update.

Artikel Terkait

InShot 20261012

Puisi Puisi Edy Sukardi

Ketika cinta memasuki senja ESu Ketika…

InShot 20261011

BREAKING: Irjen Agus Wijayanto Resmi…

PANGKALPINANG, MEDIA DAULAT RAKYAT, MINGGU 11…

InShot 20261011

Gubernur Hidayat Arsani Tinjau Langsung…

BANGKA SELATAN, MEDIA DAULAT RAKYAT, MINGGU…