KELAPA KAMPIT, MEDIA DAULAT RAKYAT – SMA Unggul Garuda Belitung Timur (Beltim) tengah menjadi sorotan. Sekolah unggulan program strategis nasional itu dilaporkan mengalami kasus kehilangan barang milik siswa di lingkungan asrama.
Persoalan ini terungkap saat kegiatan Open House SMA Unggul Garuda Beltim di Desa Mayang, Kecamatan Kelapa Kampit, Sabtu (17/10/2026).
Kronologi Terungkap di Open House
Laporan kehilangan tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi Kemendiktisaintek, Samsuri, di hadapan tamu undangan termasuk Bupati Belitung Timur.
Samsuri mengaku menerima laporan langsung dari Kepala SMA Unggul Garuda Beltim, Winda Ari Anggraini.
“Pak Bupati, ini lapor sedikit, saya dapat laporan dari Bu Kepala Sekolah, ada mulai beberapa kehilangan ini siswa. Jadi ini mohon mungkin dibantu selain pengamanan, ya, meskipun tidak banyak, takut-takut nanti menjadi sedikit masalah,” ujar Samsuri.
Meski disebut masih skala kecil, ia menekankan pentingnya antisipasi dini agar tidak berkembang menjadi persoalan besar yang mengganggu kenyamanan belajar siswa.
Respons Bupati: Pagar dan CCTV Belum Tuntas
Menanggapi hal tersebut, Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten tidak menampik bahwa infrastruktur pengamanan di sekolah tersebut memang belum 100 persen selesai.
Kompleks sekolah yang berdiri di Desa Mayang tersebut diketahui belum memiliki pagar pembatas yang memadai, serta jaringan CCTV yang masih sangat minim dan belum menjangkau titik-titik krusial.
“Sekarang kan karena belum ada pagar, itu pertama. Kedua, CCTV-nya juga belum ada. Makanya kita harus dukung daerah kita,” tegas Kamarudin.
Rencana Percepatan Pengamanan
Pemerintah Daerah Belitung Timur mendorong percepatan dua hal utama:
- Pembangunan pagar keliling sekolah
- Pengadaan dan pemasangan jaringan CCTV di seluruh area asrama dan gerbang utama
Selain itu, Bupati juga mengimbau masyarakat sekitar untuk ikut serta menjaga kondusivitas dan keamanan lingkungan sekolah, bukan justru menjadi bagian dari potensi gangguan.
Konteks: Sekolah Baru 73 Siswa
SMA Unggul Garuda Beltim sendiri baru menerima 73 siswa angkatan pertama sejak Juli 2026. Sebagai sekolah unggulan dengan investasi besar dari pemerintah pusat, proses pembangunan fasilitas memang masih berjalan secara bertahap.
Kasus kehilangan ini menjadi alarm bahwa kesiapan operasional sekolah harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pengamanan yang memadai.












