Media Daulat Rakyat

  • Home
  • Daerah
  • Bupati Belitung Terharu, Festival Budaya Bhinneka Tunggal Ika 2026 Jadi Simbol Kolaborasi Belitung – Belitung Timur
IMG 20261024 WA7598

Bupati Belitung Terharu, Festival Budaya Bhinneka Tunggal Ika 2026 Jadi Simbol Kolaborasi Belitung – Belitung Timur

TANJUNGPANDAN | MEDIA DAULAT RAKYAT – Suasana haru dan bangga menyelimuti pelaksanaan Festival Budaya Bhinneka Tunggal Ika Kabupaten Belitung Tahun 2026 yang digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Bupati Belitung, Djoni Alamsyah Hidayat, mengaku terharu melihat tingginya partisipasi warga, terutama kehadiran rombongan dari Kabupaten Belitung Timur yang turut memeriahkan festival.

Festival budaya yang merupakan transformasi dari Pawai Pembangunan tahun-tahun sebelumnya ini mengambil rute dari Start GOR Tanjungpandan hingga Finish di Pantai Tanjungpendam. Sebanyak sekitar 113 hingga 114 kelompok peserta tercatat ikut ambil bagian, termasuk rombongan dari Kecamatan Gantung dan Manggar, Belitung Timur, serta pelajar tingkat SMP dari berbagai sekolah.

Kemeriahan festival tahun ini semakin istimewa dengan atraksi khusus flypass pesawat tempur Hawk 100/200 dari Lanud H. AS Hanandjoeddin yang melintas di atas rute karnaval dan disambut antusias ribuan penonton.

Dalam sambutannya, Bupati Djoni Alamsyah Hidayat tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia memberikan apresiasi khusus kepada warga Belitung Timur.

“Saya merasa sedikit terharu melihat saudara-saudara kita dari Belitung Timur yang ikut berpartisipasi. Luar biasa partisipasi saudara-saudara kita dari Belitung Timur,” ujar Djoni di panggung kehormatan.

Lebih jauh, orang nomor satu di Kabupaten Belitung itu menegaskan bahwa kehadiran Beltim bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antar dua kabupaten yang secara historis memiliki ikatan budaya yang kuat.

“Kedepan, kita juga akan berkolaborasi, bukan hanya dalam kegiatan seperti ini, tetapi juga dalam pembangunan. Kita akan bersama-sama dengan Belitung Timur,” tegas Djoni.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Kehadiran peserta lintas daerah ini dinilai memperlihatkan semangat kebersamaan yang melampaui batas administratif. Festival tidak lagi dimaknai sebagai agenda Kabupaten Belitung semata, melainkan menjadi milik bersama masyarakat di Pulau Belitung.

Analisis dari pelaksanaan festival tahun ini menunjukkan tiga makna penting. Pertama, persatuan lintas daerah yang semakin kuat. Kedua, momentum kolaborasi pembangunan yang tidak hanya berhenti di bidang budaya. Ketiga, inovasi ke depan, dimana Bupati mendorong penggabungan unsur budaya tradisional dengan sentuhan teknologi agar festival lebih menarik bagi generasi muda tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi.

Jika dibandingkan dengan Pawai Pembangunan sebelumnya, Festival Budaya 2026 ini menunjukkan sejumlah peningkatan signifikan. Dari segi nama resmi, kini lebih menegaskan nilai kebinekaan. Dari segi peserta, tahun ini mencapai 113-114 kelompok dengan melibatkan Beltim, sementara sebelumnya sekitar 100 kelompok dan dominan lokal Belitung saja.

Dari segi atraksi, tahun ini menampilkan flypass pesawat tempur Hawk 100/200 yang menjadi daya tarik utama, sedangkan sebelumnya lebih banyak menampilkan kendaraan hias, sepeda dan motor hias. Dari segi durasi, festival tahun ini selesai lebih cepat sekitar pukul 13.00 WIB, sehingga lebih efektif dan tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya berlangsung hingga sore hari. Temanya pun bergeser dari pembangunan dan kebersamaan menjadi kebinekaan dan kolaborasi yang lebih relevan dengan semangat saat ini.

Dengan berakhirnya festival hari ini, Pemerintah Kabupaten Belitung berharap semangat Bhinneka Tunggal Ika terus terjaga. Kolaborasi antara Belitung dan Belitung Timur diharapkan tidak hanya berhenti di panggung budaya, tetapi berlanjut dalam pembangunan infrastruktur, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Pulau Belitung.

Artikel Terkait