JAKARTA MEDIA DAULAT RAKYAT – Nama Rara Istiani Wulandari alias Rara Pawang Hujan kembali menjadi sorotan publik di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan.
Desakan warganet agar Rara turun langsung untuk mendatangkan hujan demi memadamkan karhutla dijawab tegas. Rara mengaku enggan hadir ke lokasi tanpa jaminan keselamatan lahir dan batin, dan memilih membantu lewat jalur doa jarak jauh.
Berawal dari Ajakan Selebgram
Gelombang permintaan itu bermula dari kepedulian publik atas karhutla di Kalimantan. Selebgram Riyuka Bunga melalui platform Threads mengajak warganet mengalihkan perhatian dari drama hiburan ke isu darurat lingkungan. Seruan itu kemudian meluas, dengan banyak warganet yang men-tag nama Rara sebagai figur spiritual alternatif untuk menurunkan hujan.
Pernah Terjun Langsung di Era Doni Monardo
Menanggapi desakan tersebut, Rara membeberkan rekam jejaknya dalam penanganan karhutla. Ia mengaku pernah terjun langsung ke lokasi pada tahun 2015, 2019, dan 2023, berkolaborasi dengan mendiang Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo saat masih menjabat Kepala BNPB.
Menurut Rara, keterlibatannya saat itu berjalan lancar karena adanya jaminan keamanan serta dukungan penuh untuk kebutuhan ritual doa dan meditasi yang berkolaborasi dengan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Aku udah bilang udah pernah bantu karhutla 2015, 2019, 2023 ke lokasi di era alm Jendral Purn. TNI Doni Monardo. Diberikan garansi keamanan & ketenangan kebutuhan buatku doa meditasi kolaborasi dg OMC,” ungkap Rara.
Ia menilai situasi saat ini berbeda. Pemerintah dinilainya hanya fokus pada OMC tanpa melibatkan aspek spiritual seperti sebelumnya.
“Di era sekarang pemerintahan hanya mau OMC aja jadinya ya sudah aku gak mau ke lokasi sendiri tanpa jaminan keselamatan diriku lahir batin,” tegasnya.
Klaim Doa Jarak Jauh Berbuah Hujan
Meski menolak hadir langsung, Rara memastikan tetap berkontribusi. Ia fokus melakukan ikhtiar spiritual berupa doa dan meditasi manifestasi hujan dari kediamannya.
Rara bahkan mengklaim ikhtiar tersebut membuahkan hasil. Ia merinci hujan deras mengguyur Balikpapan pada 13–14 Oktober 2026, disusul hujan di Palangkaraya.
“Palangkaraya kemarin 15/10/2026 atas berkah Tuhan & restu semesta doa kita bersama ikhtiar bersama terutama ala aku jarak jauh terkabul hujan ya jam 16.10 WIB durasi 22 menit deras pas 16.32 dah reda,” tutur Rara.
Hingga kini, pemerintah masih mengandalkan teknologi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi karhutla, sementara harapan agar api segera padam terus disuarakan publik dari berbagai jalur, baik teknologi maupun spiritual.












